Kota Batu, Bhirawa – Pemkot Batu menggandeng mahasiswa dalam upaya mengoptimalkan penanganan sampah. Hal ini dilakukan dengan meluncurkan aplikasi ‘Eco Sort’ untuk mendukung perubahan perilaku warga dalam memilah sampah dari rumah sebelum dibuang ke TPA.
Inovasi ini diharapkan mampu menggantikan sistem pencatatan manual di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) sekaligus mwngantarkan Kota Batu untuk bertransformasi digital dalam pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dalam inovasi ini Pemkot Batu berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Malang (UM). Dalam hal ini mahasiswa UM meluncurkan aplikasi Eco Sort yang penerapannya dilakukan di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.
Aplikasi ini berfungsi mencatat aktivitas pemilahan, pengelolaan, dan penimbangan sampah rumah tangga. Data yang dihimpun akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis data.
“Pemilahan sampah memang terlihat sederhana, tetapi di situlah tantangan terbesar kita. Jika kebiasaan ini dapat dibangun dari rumah, persoalan sampah di hilir akan jauh lebih mudah diselesaikan,” ujar Nurochman, Wali Kota Batu, Senin (20/7).
Melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan gerakan memilah sampah dari rumah dapat menjadi perilaku masyarakat. Dan jika perilaku ini bisa menjadi budaya maka penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat akan semakin mudah direalisasikan di Kota Wisata ini.
Ditambahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni bahwa peluncuran aplikasi Eco Sort ini menjadi wadah edukasi dan kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis teknologi. Aplikasi ini menjadi sebuah inovasi digital dimana dalam penerapannya setiap rumah tangga akan memperoleh barcode yang dipindai oleh petugas saat proses penimbangan sampah. Data sampah organik, anorganik, B3, dan residu tercatat secara digital sehingga pengelolaan menjadi lebih akurat, transparan, dan efisien.
Selain itu, aplikasi Eco Sort juga dilengkapi dengan sistem poin dan saldo Bank Sampah. Dengan demikian masyarakat dapat memantau hasil pemilahan sampah yang telah dilakukan secara mandiri. Kemudian poin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi voucher atau potongan biaya iuran pengangkutan sampah. “Bahkan masyarakat juga berkesempatan memperoleh bonus layanan sampah gratis selama satu bulan apabila bisa mengumpulkan 100 poin,”ujar Dian Fachroni.
Inovasi ini diharapkan mampu menggantikan sistem pencatatan manual di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS). Dan metode ini sekaligus bisa menjadi pionir transformasi digital dalam pengelolaan sampah di Kota Batu yang lebih modern dan berkelanjutan.
Selama ini Pemkot Batu telah berupaya mewujudkan zero waste city di Batu yang berstatus sebagai Kota Wisata. Untuk itu mereka mengintegrasikan pengolahan sampah dari hulu hingga hilir yang ditunjang dengan pembangunan fasilitas modern pengelolaan sampah. Dalam hal ini DLH mewajibkan pengelolaan sampah tuntas di sumbernya. Hal ini diterapkan agar volume sisa sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan.
Sebagai langkah konkret di sektor hulu, DLH telah memproyeksikan pembangunan tiga unit TPS3R komunal baru. TPS3R yang akan direalisasikan pada tahun 2027 akan dibangun di Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Pasar Induk Among Tani. “Adapun setiap fasilitas dirancang memiliki kapasitas olah hingga 10 ton sampah per hari,” jelas Dian.
Khusus untuk di Pasar Induk Among Tani, sistem pengolahan akan menggunakan teknologi canggih Bio-Digester. Teknologi ini akan mengubah limbah organik pasar menjadi biogas sebagai energi alternatif, sekaligus menghasilkan pupuk cair dan padat berkualitas tinggi.
Sementara di sektor hilir, keberadaan TPA Tlekung akan ditransformasi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Salah satu agenda besar yang disiapkan adalah program landfill mining atau penambangan sampah lama. Dan untuk mendukung operasional TPST, Pemkot Batu juga akan membangun hanggar baru untuk fasilitas incinerator atau mesin pembakaran sampah yang memanfaatkan suhu tinggi. [nas.wwn]


