29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, July 21, 2026
spot_img

Pameran “Corpus Fractum” Refleksi Kritis Tubuh, Kekerasan dan Relasi Kuasa


Kota Malang, Bhirawa – Seniman visual sekaligus tenaga kependidikan Laboratorium Ilmu Humaniora Studio Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB), Happy Wahyu Firdaus, menggelar pameran tunggal bertajuk Corpus Fractum. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Mini Art Malang #7: AKAR ini berlangsung di Ruang Fotografi Lantai 5 Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada 17 hingga 30 Juli 2026.

Rangkaian pembukaan Mini Art Malang #7 diresmikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Judi Wahyudin, S.S., M.Hum.

Melalui Corpus Fractum, Happy menghadirkan tubuh manusia bukan sekadar bentuk biologis, melainkan ruang yang menyimpan pengalaman, luka, ingatan, konflik, hingga relasi kuasa.

“Judul Corpus Fractum berarti tubuh yang terpecah, menggambarkan kondisi manusia yang terus berhadapan dengan berbagai tekanan sosial, budaya, maupun politik,” ujar Happy.

Ia menjelaskan, tubuh dijadikan pusat pembacaan persoalan kemanusiaan sekaligus medium untuk memahami bagaimana pengalaman manusia dibentuk oleh lingkungan, norma sosial, dan struktur kekuasaan. Luka yang ditampilkan dalam karya-karyanya juga melambangkan tekanan mental, ketidakadilan, dominasi, serta trauma.

Karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan bentuk tubuh dan struktur organik menyerupai daging serta jaringan biologis dengan dominasi warna merah, putih, hitam, dan abu-abu. Visualisasi tersebut membangun kesan tubuh yang rapuh, terpecah, sekaligus memberikan ruang tafsir bagi pengunjung mengenai kekerasan dalam sistem sosial.

Berita Terkait :  Ada Lonjakan Jumlah Peserta Baru di BPJS Kesehatan Pasuruan, Faktornya Peserta P3K

Keikutsertaan Corpus Fractum dalam Mini Art Malang #7 yang mengusung tema AKAR dinilai relevan. Tema tersebut mendorong publik menelusuri kembali akar dari berbagai isu sosial dan kemanusiaan.

Pameran tunggal ini sekaligus menjadi wujud kontribusi sivitas akademika FIB UB dalam mendukung ekosistem seni rupa di Kota Malang serta membawa refleksi akademik ke ruang publik. Masyarakat dapat mengunjungi pameran ini setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!