Oleh:
Sihabuddin
Penulis adalah Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.
Berbicara tentang Thailand salah satu yang muncul di benak kita adalah pariwisata. Negara yang menganut sistem monarki konstitusional ini bisa disebut sebagai raja pariwisata Asia Tenggara karena jumlah kunjungan wisatawan asingnya yang hampir selalu menempati peringkat pertama di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hal ini wajar karena pariwisata Thailand adalah salah satu yang terbesar di dunia, menawarkan kombinasi sempurna antara budaya kaya, pantai tropis, dan kuliner lezat. Negara ini memadukan kemajuan modern dengan tradisi melalui konsep sanuk (menikmati kesenangan), menjadikannya destinasi impian yang menarik jutaan wisatawan internasional setiap tahunnya.
Pariwisata Thailand menawarkan berbagai destinasi wisata kelas dunia, mulai dari wisata budaya dan sejarah hingga pantai tropis yang eksotis. Adapun destinasi yang paling populer dan wajib dikunjungi antara lain seperti Bangkok yang merupakan Ibu kota negara yang memadukan gedung pencakar langit dan kuil kuno. Beberapa destinasi di Bangkok seperti The Grand Palace dan Wat Arun dan lain-lain untuk wisata sejarah, serta jelajahi pasar mingguan Chatuchak untuk berbelanja selama di Bangkok. Selain Bangkok ada Phuket yang menawarkan surga tropis dengan deretan pantai pasir putih dan kehidupan malam. Tidak ketinggalan Chiang Mai yang terletak di utara Thailand menawarkan suasana yang lebih tenang dan Kuil Doi Suthep yang berada di pegunungan. Pattaya menambah daftar destinasi menarik di Thaiand, kota pesisir ini menawarkan hiburan keluarga maupun kehidupan malam yang meriah. Thailand juga memiliki Krabi yang terletak di sebelah Selatan Thailand dikenal dengan tebing kapur dramatis dan air laut sebening kristal seperti di Pantai Raila. Tidak hanya itu Krabi juga memiliki beberapa pulau cantik seperti Phi Phi Island dan Koh Lanta.
Berkat dari destinasi wisatanya yang luar biasa Thailand mencatat lebih dari 15,4 juta wisatawan asing pada pertengahan tahun (Januari-Juni 2026), menghasilkan pendapatan sekitar 745,38 miliar baht (Rp 335 triliun). Tiongkok dan Malaysia menjadi penyumbang kunjungan tertinggi sehingga mengokohkan Thailand sebagai destinasi wisata dengan kunjungan terbanyak di Asia Tenggara. Di tingkat dunia Thailand secara konsisten masuk dalam daftar 10 negara yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Berdasarkan data dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) dan World Population Review, Thailand bersaing ketat di peringkat 8 hingga 10 global dengan catatan sekitar 35 hingga 40 juta wisatawan internasional dalam setahun. Di tingkat Asia, Thailand menempati peringkat ketiga hanya kalah dari China dan Turki.
Banyaknya wisatawan asing berkunjung ke Thailand yang menjadikan destinasi favorit global tentu bukan tanpa alasan. Diantara alasannya karena biaya perjalanan yang terjangkau, kuliner jalanan yang legendaris, dan infrastruktur wisata yang sangat matang. Contoh infrastruktur yang matang seperti kemudahan akses dari Indonesia dengan adanya penerbangan langsung Jakarta-Bangkok yang bisa ditempu dengan 3,5 jam. Selain itu, adanya bus yang menghubungkan tiga negara (Thailand, Malaysia dan Singapura) sehingga memudahkan berkunjung ke Thailand lewat jalur darat dengan biaya yang murah. Tidak hanya itu, Thailand sangat diuntungkan karena posisi geografisnya. Lokasi Thailand sangat strategis karena berada tepat di jantung Semenanjung Indochina yang berbatasan darat dengan banyak negara yaitu Myanmar, Laos, Kamboja, dan Malaysia sehingga Thailand bisa mengontrol rute darat. Letaknya yang berada di tengah daratan Asia Tenggara memberikan banyak keuntungan termasuk di sektor pariwisata.
Keramahan masyarakat menjadikan alasan utama wisatawan asing berkunjung ke Thailand. Saking ramahnya kepada siapapun Thailand dikenal luas sebagai “Negeri Senyuman” karena keramahan penduduknya. Senyuman dan bantuan tulus warga setempat sangat mudah ditemukan, baik di kota metropolitan Bangkok maupun di desa-desa. Keramahan ini berakar kuat pada nilai-nilai budaya Thailand. Di kota besar seperti Bangkok sangat mudah menemukan kendaraan yang berhenti sebentar di jalan hanya untuk memudahkan pejalan kaki menyeberangi jalanan yang ramai.
Pemerintah Thailand juga sangat serius dalam mengelola potensi wisata yang dimiliki. Pemerintah membuktikan keseriusannya mengelola pariwisata melalui kebijakan konkret, seperti menerapkan bebas visa untuk banyak negara, pengenaan pajak turis (sebesar 300 Baht untuk asuransi dan infrastruktur), hingga inisiatif pariwisata berkelanjutan untuk mengatasi masalah lingkungan di destinasi populer. Bukti lain keseriusan pemerintah Thailand dalam pariwisata seperti dengan meluncurkan program 5F (Food, Film, Fashion, Fight, dan Festival) serta kampanye Amazing Thailand untuk memperkuat citra budaya mereka. Selain itu pemerintah Thailand menyediakan dana bantuan wisatawan asing, di mana wisatawan yang terdampak pembatalan penerbangan bisa mendapatkan bantuan dana hingga 2.000 Baht per hari.
Thailand adalah negara yang pandai melihat peluang dengan menjadikan pariwisatanya ramah muslim meski mayoritas penduduknya beragama Buddha. Sebagai negara yang terletak di Asia yang mayoritas penduduknya beragama Islam apalagi di Asia Tenggara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Thailand tidak menutup mata dengan hal ini apalagi Thailand juga memiliki populasi muslim yang cukup signifikan sehingga pariwisatanya benar-benar dikonsep ramah muslim dengan mendorong pengembangan infrastruktur ramah muslim, termasuk penyediaan makanan bersertifikat halal dan fasilitas salat untuk menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia. Warga Thailand sangat terbuka kepada wisatawan muslim dengan menunjukan lokasi makanan halal, memberikan tempat khusus untuk makanan halal, dan memberi tahu dengan jujur jika makanan yang dijual non halal.
———– *** ————


