Pemkab Madiun, Bhirawa. – Kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun yang jatuh pada hari Sabtu 18 Juli 2026, ternyata tidak membuat Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH MAk kehilangan Fokus untuk terus memberi pelayanan terbaik kepada masyarakatnya
“Mudah-mudahan di Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun ini, kami beserta jajaran terus bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Ini tujuan kami, supaya masyarakat Kabupaten Madiun sejahtera sesuai visi misi kami, Bersahaja (Bersih, sehat, dan sejahtera). Ini tujuan output kami,” tegas Bupati Madiun H. Hari Wuryanto saat ditemui seusai Upacara Peringatan Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Dojemeno, Sabtu (18/7/2026).
Meski demikian, Bupati juga mohon maaf kalau selama ini masih ada yang belum puas atas pelayanan darinya. “Insya Allah kami akan berjuang bersama panjenengan (masyarakat). Mohon doanya mudah-mudahan bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Bupati yang didampingi Wakil Bupati, dr. Purnomo Hadi, MH.
Sebagai langkah konkret, bertepatan di Hari Jadi ini pihaknya mulai merealisasikan program satu desa satu mobil siaga. Pada tahun ini, diserahkan 55 mobil siaga, dan tahun lalu 15 unit sehingga total yang sudah diserahkan 70 unit.
“Ya memang masih kurang 136 lagi. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai. Ini bentuk komitmen kami kepada masyarakat untuk bisa memberikan layanan terbaik, salah satunya melalui mobil siaga ini,” akunya.
Bupati menambahkan pihaknya juga menyelenggarakan lomba inotek yang juga untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, karena dengan inotek dipastikan pelayanan semakin cepat dan efektif.
“Selain berinovasi, kita juga harus berkolaborasi. Sebenarnya kolaborasi itu dulunya adalah gotong-royong seperti yang diharapkan para leluhur kita, agar kita tetap rukun untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang maju,” ungkap Bupati.
Untuk diketahui bersama, upacara peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun dengan thema ‘Berinovasi dan Berkolaborasi Untuk Kabupaten Madiun Bersahaja”, juga dilakukan pembacaan Sejarah singkat Kabupaten Madiun, teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan Panca Prasetya KORPRI, dan pelepasan balon oleh Bupati Madiun bersama Wakil Bupati Madiun, Sekda Kabupaten Madiun yang didampingi ibu dan Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun sedikit mencuplik perjalanan sejarah Kabupaten Madiun yang dibangun oleh tokoh-tokoh Bersahaja yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi daerah.
Salah satunya, Raden Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Madiun sekaligus Bupati Wedana Mancanegara Timur di bawah Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1796-1810, yang menurutnya menjadi bagian penting dalam sejarah Kabupaten Madiun yang dapat diteladani.
Bupati Madiun juga menjelaskan pencapaian kinerja pembangunan Kabupaten Madiun tahun 2025, seperti akselerasi pertumbuhan ekonomi yang positif, persentase penduduk miskin menurun, IPM dan Indeks Reformasi Birokrasi yang mengalami kenaikan, termasuk penurunan angka pengangguran.
Bupati juga menjelaskan perolehan apresiasi dan penghargaan untuk Kabupaten Madiun, beberapa diantaranya, penghargaan TOP BUMN Awards, Indonesia Human Capital Brilliance Awards, Penganugerahan Opini WTP 13 kali berturut-turut dan masih banyak penghargaan tingkat nasional maupun provinsi dipaparkan oleh Bupati Madiun dalam acara ini.
Pada Sabtu 18 Juli 2026, Kabupaten Madiun genap berusia 458 Tahun yang diperingati dalam sebuah upacara yang dipusatkan di Halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun yang berlangsung tertib dan khidmat dengan peserta upacara dari ASN, TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, perguruan pencak silat, mahasiswa dan pelajar.
Selaku inspentur upacara (irup), Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH Mak. Hadir pula Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, MH, Bupati Sepuh, H. Muhtarom, SSos, Wakil Bupati sepuh, Drs H.Iswasnto, MSi, Ketua DPRD Kabupaten Madiun H. Fry Sudarsono, SH, Sekda Sigit Budiarto, SSos MSi, Forkopimda, Ketua TP PKK, Ny. Erni Hari Wuryanto, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Fitriya Hadi Purnomo, pimpinan OPD, para camat, Kepala Desa, pimpinan BUMN/BUMD.
Acara dilanjutkan hiburan yang menampilkan kesenian dan seni pencak silat, ditutup syukuran di Pendopo Ronggo Djoemeno sekaligus penyerahan sertifikat Aset Pemkab Madiun oleh Kepala BPN kepada Bupati.
Pemotongan tumpeng oleh Bupati dan Wakil Madiun diserahkan kepada Bupati sepuh di Pendopo Ronggo Djoemeno, ditutup makan bersama diiringi karawitan. [dar.dre]


