28.9 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang

Kota Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kemandirian kesehatan nasional. Langkah konkret ini dibuktikan lewat penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik cairan infus PT Suryavena Farma Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang.

Dari total 14 hektare aset lahan milik Kampus Putih di kawasan tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek strategis ini resmi dilaksanakan pada Kamis (11/6) kemarin.

Acara seremonial tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr. Fauzan yang juga Sekretaris BPH UMM, serta Waki serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A.

Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 ini diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan. Kehadirannya dipersiapkan untuk menyuplai kebutuhan jaringan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah di seluruh Indonesia serta masyarakat luas.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa pendirian pabrik infus ini adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas oleh persyarikatan. Organisasi keagamaan, menurutnya, harus mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang berorientasi pada kemaslahatan publik.

“Ini bukan semata-mata untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi mencari keuntungan finansial belaka, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegas Haedar.

Berita Terkait :  Sambut HUT Persit Ke-80, Kodim 0813/Bojonegoro Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Ia menambahkan, keterlibatan Muhammadiyah di sektor industri medis merupakan bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hasil dari unit usaha ini nantinya akan diputar kembali untuk menopang layanan pendidikan serta pemberdayaan umat.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kontribusi UMM tidak berhenti pada penyediaan lahan saja. Ke depan, kawasan industri terpadu ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM. Langkah ini diambil untuk mempertemukan aktivitas industri nyata dengan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, kawasan ini dirancang menjadi pusat kolaborasi riset dan praktik industri, sehingga mampu mencetak SDM yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan,” urai Ahmad Juanda.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, operasional pabrik pada 2027 mendatang diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Tanah Air, sekaligus bukti bahwa inovasi pendidikan dan pelayanan publik inklusif dapat berjalan beriringan demi pembangunan bangsa.[mut.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!