28.9 C
Sidoarjo
Friday, June 19, 2026
spot_img

Taman Jivva Menjawab Krisis Hunian Tanpa Mengorbankan Lumbung Pangan Jatim

Surabaya, Bhirawa

Di tengah tekanan urbanisasi dan kekhawatiran soal alih fungsi lahan pertanian di Jawa Timur, solusi hunian yang terencana dan ramah ruang menjadi kebutuhan mendesak. Taman Jivva Group hadir menawarkan pendekatan yang menjembatani kebutuhan hunian layak dengan kepedulian terhadap tata ruang dan lingkungan

Direktur Utama Taman Jivva Group, Muhammad Rifqi Azis, S.H. memaparkan bagaimana pengembang ini berusaha memberikan solusi praktis: hunian yang lengkap fasilitas, aman, dan memperhatikan ekosistem sosial-ekonomi setempat.

Hunian terjangkau sekaligus terencana, menurut Rifqi, tantangan terbesar saat ini bukan hanya membangun rumah sebanyak mungkin, melainkan menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan tidak menambah tekanan pada lahan pertanian.

“Kami memahami kekhawatiran publik dan pemerintah terkait alih fungsi sawah. Oleh karena itu, Taman Jivva memilih lokasi dan pola pembangunan yang menyesuaikan RTRW setempat serta meminimalkan intervensi pada lahan produktif,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Model pengembangan Taman Jivva telah diaplikasikan pada beberapa proyek, termasuk Taman Jivva Magersari (Sidoarjo), Taman Jivva Kebraon (Surabaya), dan Taman Jivva Kemlaten (Surabaya). Rifqi menekankan bahwa pemilihan lokasi didasarkan pada analisis tata ruang, aksesibilitas, dan dampak terhadap kawasan agraris di sekitar. Dengan demikian, proyek diarahkan ke lahan yang sudah sesuai peruntukan dan tidak menyenggol kawasan sawah produktif.

Fasilitas penunjang lebih dari sekadar rumah. Salah satu kekuatan Taman Jivva, menurut Rifqi, adalah penyediaan fasilitas umum terpadu yang membentuk ekosistem hidup nyaman. Security & CCTV 24 jam, Green Garden area, Kolam ikan, Playground, Row Jalan 9 meter yang cukup untuk 3 kendaraan roda empat.

Berita Terkait :  Dukung Program Kementerian IMIPAS, WBP Wanita Rutan Kelas IIB Situbondo Gelar Bazar Produk UMKM

“Hunian harus diiringi fasilitas yang membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah, ruang terbuka hijau, area bermain anak, pusat kesehatan primer, dan fasilitas keamanan terpadu,” jelasnya.

Di setiap kawasan Taman Jivva disiapkan sarana yang mendukung kehidupan komunitas, termasuk, ruang terbuka hijau dan taman komunitas. Area bermain anak dan fasilitas olahraga sederhana.

Sistem keamanan 24 jam dan penerangan memadai.

Akses jalan internal dan pengaturan drainase untuk mencegah banjir. Rifqi menambahkan bahwa fasilitas tersebut bukan sekadar “hiasan”, melainkan bagian dari strategi agar penghuni betah tinggal di lingkungan yang sehat dan produktif.

 “Ketika hunian menyediakan fasilitas lengkap, ketergantungan pada mobil pribadi berkurang, mobilitas menjadi lebih mudah, dan kualitas hidup meningkat,” katanya.

Konektivitas dan mobilitas sebagai prioritas. Sejalan dengan pendapat para akademisi dan pengambil kebijakan, Rifqi mengakui pentingnya konektivitas transportasi untuk mendukung hunian vertikal maupun perumahan terencana. Oleh karena itu, Taman Jivva menilai aksesibilitas ke jaringan transportasi umum dan ke pusat-pusat kerja sebagai faktor utama dalam memilih lokasi.

“Tanpa akses yang baik, sebuah kompleks perumahan justru berpotensi menimbulkan masalah baru, kemacetan, biaya transportasi tinggi, dan isolasi sosial,” ujarnya.

Sinergi dengan kebijakan daerah. Rifqi menegaskan bahwa pengembang tidak ingin berjalan sendiri. Taman Jivva aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proyek selaras dengan RTRW dan kebutuhan lokal.

Berita Terkait :  107 Anggota Railfans Rela Tak Merayakan Lebaran Bersama Keluarga

“Kami membuka ruang dialog dengan pemerintah kota/kabupaten dan komunitas setempat. Tujuannya simple, pembangunan yang bertanggung jawab dan memberi manfaat luas, bukan sekadar keuntungan jangka pendek,” katanya.

Mendorong ekonomi lokal tanpa mengurangi lahan pertanian. Untuk mengurangi tekanan urbanisasi dan menjaga basis agraria, Rifqi menyebutkan bahwa pengembangan perumahan dapat diintegrasikan dengan penguatan ekonomi lokal. Misalnya, memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk beroperasi di kawasan perumahan, atau memfasilitasi program pertanian urban di area terbuka yang tidak mengganggu produksi sawah.

“Kami ingin proyek kami menjadi bagian dari solusi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, ruang usaha kecil, dan aktivitas komunitas yang menahan arus migrasi berlebih ke kota besar,” ujarnya.

Kualitas hunian, bukan sekadar kuantitas. Rifqi menutup dengan menegaskan filosofi Taman Jivva, menyediakan hunian berkualitas yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan, sambil menghormati peruntukan lahan dan peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

“Pemerintah dan pengembang punya tanggung jawab bersama. Jika perencanaan, lokasi, dan fasilitas dilakukan dengan bijak, kita dapat menyediakan rumah bagi masyarakat tanpa mengorbankan lahan produktif,” pungkasnya.

Taman Jivva menghadirkan contoh praktik pengembangan perumahan yang berusaha menyeimbangkan kebutuhan hunian dan perlindungan lahan pertanian. Dengan pendekatan lokasi sesuai RTRW, fasilitas pendukung yang komprehensif, perhatian pada konektivitas, serta sinergi dengan pemerintah dan komunitas lokal, Taman Jivva menawarkan model yang bisa membantu meredam tekanan urbanisasi tanpa merusak lumbung pangan Jawa Timur. [aya.kt]

Berita Terkait :  Dukung Program Pemerintah, Polres Mojokerto Kota Salurkan Beras dan Minyak Murah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!