Tuban, Bhirawa – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah Kabupaten Tuban terus melakukan transformasi layanan . Tercatat 95% Posyandu masih aktif melakukan layanan sampai saat ini.
Dari sekedar layanan penimbangan anak balita dan imunisasi, atau selalu berhubungan dengan ibu hamil dan anak yang masih kecil, peran Posyandu saat ini telah berkembang jauh lebih luas. Seiring transformasi layanan kesehatan primer.
Posyandu di Kabupaten Tuban kini hadir untuk melayani seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tuban dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat layanan promotif dan preventif di tingkat desa dan kelurahan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menjelaskan bahwa transformasi Posyandu merupakan amanat reformasi sistem kesehatan nasional yang menempatkan layanan primer sebagai garda terdepan pembangunan kesehatan.
Ia menuturkan, transformasi Posyandu menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.
Kebijakan tersebut mendorong Posyandu menjadi layanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia.
“Posyandu kini tidak lagi hanya melayani bayi dan balita, tetapi seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga lansia,” ujar drg. Roikan, Kamis (18/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan siklus hidup menjadi strategi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan sejak dini dan berkelanjutan.
Berbagai upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi kesehatan, hingga pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dapat dilakukan lebih dekat dan mudah dijangkau melalui Posyandu.
Implementasi Posyandu Siklus Hidup di Kabupaten Tuban pun terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga tahun 2025, sebanyak 1.219 Posyandu atau 85,97 persen dari total 1.418 Posyandu telah menerapkan pelayanan siklus hidup. Sementara itu, capaian Posyandu aktif telah mencapai 95,77 persen.
Capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas layanan kesehatan berbasis masyarakat. Upaya penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader, pengembangan sarana dan prasarana, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan Posyandu.
Ke depan, Posyandu diharapkan semakin berperan sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang mampu menjangkau seluruh tahapan kehidupan.
“Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat seseorang sakit, tetapi dimulai sejak dini melalui layanan yang dekat, mudah diakses, dan berkelanjutan,” pungkasnya. [hud.gat]


