33.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 20, 2026
spot_img

Produksi Garam Tunnel Pantai Modangan Capai 96 Ton per Tahun, Inovasi Teknologi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kabupaten Malang, Bhirawa

Kabupaten Malang tidak hanya dikenal dengan keindahan destinasi wisata baharinya, namun juga memiliki potensi besar di sektor produksi garam berkualitas. Salah satunya terdapat di kawasan Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, di mana warga setempat mengembangkan usaha garam rakyat yang kini mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Malang berkat penerapan teknologi modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.

Usaha ini dikelola oleh Kelompok Tani Sumberoto Makmur Sejahtera yang menerapkan metode canggih Greenhouse Salt Tunnel (GST) dan Continuously Dynamic Mixing (CDM). Inovasi ini dinilai berhasil mengubah wajah produksi garam tradisional menjadi lebih efektif, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi.

Bupati Malang, HM Sanusi, menjelaskan hal tersebut usai bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, teknologi ini memanfaatkan bangunan tertutup berbahan plastik khusus ultraviolet (UV) yang berfungsi mempercepat proses pengkristalan air laut, sekaligus menjaga kebersihan dan kemurnian garam agar kualitasnya jauh lebih baik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Sejak dikembangkan, produktivitas garam di kawasan Pantai Modangan mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Jika sebelumnya rata-rata produksi hanya berkisar 1 hingga 2 ton per bulan, kini angka tersebut melonjak hingga mencapai 8 ton setiap bulannya.

Berita Terkait :  Kembali Masuk Karisma Even Nusantara , Optimis Jadi Skala Internasional

Secara hitungan tahunan, total produksi garam tunnel ini mampu menyentuh angka 96 ton. Peningkatan kualitas ini juga berdampak langsung pada harga jual, yang kini tembus Rp3.000 per kilogram, naik dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya yang hanya Rp1.500 per kilogram.

“Pengembangan teknologi garam tunnel ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani garam, serta memperkuat struktur ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Malang Selatan. Kami berharap inovasi ini terus dikembangkan dan bisa menjadi percontohan bagi wilayah pesisir pantai lainnya di Kabupaten Malang,” ujar Sanusi.

Lebih lanjut ia menambahkan, kekayaan alam yang melimpah di wilayah Malang Selatan harus dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wilayah ini memang dikenal kaya potensi, mulai dari hasil laut dan perikanan, panorama wisata pantai yang mempesona, kawasan hutan, lahan pertanian, perkebunan, hingga potensi pertambangan. Kini, produksi garam tunnel di Pantai Modangan semakin melengkapi daftar kekayaan alam yang dikelola secara produktif.

Keberhasilan pengembangan garam tunnel ini bahkan telah menarik perhatian tingkat nasional. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan dan peninjauan langsung yang pernah dilakukan oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI sekaligus Komisaris ID Food (Holding Pangan BUMN), Prof. Dr. Ali Agus, ke lokasi produksi di Pantai Modangan guna menilai potensi dan kualitas garam yang dihasilkan.

Berita Terkait :  Prudential Syariah Tumbuh Positif di Kuartal III/2024 Didukung Inovasi Berpusat pada Peserta

Di akhir keterangannya, Sanusi yang pada hari yang sama, Senin 20 Mei 2026, genap berusia 66 tahun, berharap potensi ini terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah yang kokoh dan berkelanjutan. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!