28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Jelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Kerahkan Petugas AMPM

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnak Jatim) mengerahkan 2.670 petugas Ante Mortem dan Post Mortem (AMPM) untuk mengawal kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Ribuan petugas lapangan tersebut terdiri atas 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, dan 75 pengawas mutu pakan.

Pengawasan ini juga diperkuat oleh dukungan lintas profesi dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), serta akademisi dari Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Wijaya Kusuma.

Kepala Disnak Jatim, Indyah Aryani, menjelaskan bahwa pemeriksaan ante mortem (sebelum dipotong) dan post mortem (sesudah penyembelihan) dilakukan agar hewan kurban yang dihasilkan tersebut dalam kategori ASUH. Petugas di lapangan juga diinstruksikan untuk memperketat kewaspadaan terhadap gejala klinis penyakit menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat serta daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Indyah usai melepas petugas AMPM secara simbolis di Kantor Disnak Jatim, pekan lalu.

Jika ditemukan indikasi penyakit menular, hewan kurban akan langsung diisolasi di kandang terpisah di bawah pengawasan tenaga medis. Setelah penyembelihan, petugas akan melanjutkan pemeriksaan post mortem pada karkas, daging, dan jeroan untuk mendeteksi kelainan.

Berita Terkait :  BPBD Jawa Timur dan Gerkatin Luncurkan Rumah Quran Sahabat Tuli

Untuk mendukung kelancaran ibadah kurban tahun ini, Provinsi Jawa Timur menyiagakan infrastruktur yang masif. Sebanyak 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 Rumah Potong Hewan (RPH), serta 1.997 Juru Sembelih Halal (Juleha) telah siap beroperasi sesuai dengan standar kesehatan veteriner dan syariat Islam.

Pada kesempatan yang sama, Disnak Jatim menjamin ketersediaan hewan kurban tahun 2026 berada dalam kondisi aman bahkan mengalami surplus besar hingga menjadi pemasok utama bagi provinsi lain. Data dari Disnak Jawa Timur mencatat total ketersediaan ternak kurban mencapai 2.056.978 ekor, yang terdiri dari Sapi: 629.119 ekor, Kambing: 940.693 ekor, Domba: 484.468 ekor, dan Kerbau: 1.698 ekor.

Sementara itu, proyeksi kebutuhan hewan kurban di internal Jawa Timur tahun ini diperkirakan hanya sebesar 427.060 ekor (70.550 sapi, 297.900 kambing, 58.600 domba, dan 10 kerbau). Alhasil, Jawa Timur mencatatkan surplus melimpah sebesar 558.569 ekor sapi, 642.793 ekor kambing, 425.868 ekor domba, dan 1.688 ekor kerbau. “Besarnya surplus tersebut menunjukkan Jawa Timur masih menjadi salah satu lumbung ternak nasional yang mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri sekaligus memasok hewan kurban ke berbagai provinsi lain di Indonesia,” kata Indyah Aryani didampingi Kabid Keswan, Iswahyudi.

Tingginya stok ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jabodetabek melalui jalur darat, serta wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara yang dikirim menggunakan jalur laut melalui Kabupaten Sumenep.

Berita Terkait :  SD-SMP Wajib Gratis, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tunggu Juknis Pusat

Meski proyeksi kebutuhan lokal meningkat sebanyak 39.724 ekor dibandingkan realisasi pemotongan tahun 2025 (387.336 ekor), Disnak Jatim optimistis surplus yang ada lebih dari cukup untuk mengamankan perdagangan antardaerah.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!