Gresik, Bhirawa
Guna mengawal musim tanam, Petrokimia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton. Ketersediaan stok menjadi salah satu indikator kesiapan, dalam menjaga keberlanjutan produksi dan menjamin ketersediaan pupuk. Bagi petani di tengah dinamika global, berdampak pada rantai pasok bahan baku industri pupuk dunia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, bahwa telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani selama musim tanam berlangsung.
Dengan berbagai langkah dilakukan melalui optimalisasi fasilitas produksi, dan operasional perusahaan untuk menjaga kontinuitas produksi pupuk.
“Perubahan kondisi global, dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik, tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk. Sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, memperkuat strategi pengadaan bahan baku. Di antaranya melalui diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta optimalisasi pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri. Perusahaan juga melakukan optimalisasi kontrak pengadaan jangka panjang, serta mempercepat pengamanan stok bahan baku untuk kebutuhan enam hingga dua belas bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan produksi.
“Di sisi operasional, Petrokimia memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan. Agar produksi pupuk tetap berjalan optimal, untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional,”ungkapnya.
Pada per 10 Mei 2026 Petrokimia, memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk mendukung kebutuhan musim tanam. Terdiri dari Urea bersubsidi sebesar 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, pupuk organik Petroganik sebesar 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton.
“Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia, dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah). Sesuai ketentuan yang berlaku, berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April-September bisa dijalani dengan optimal,”tandasnya.
Ditambahkan Daconi Khotob, bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026. Mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen, dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton.
Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
PI Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) telah diturunkan Pemerintah sebesar 20 persen, untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.
Bentuk komitmen perusahaan, dalam mendukung program swasembada pangan nasional. [kim.gat]


