29.5 C
Sidoarjo
Sunday, May 17, 2026
spot_img

Suara Kemanusiaan di Tengah Konflik AS-Iran

Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas belakangan ini telah menghadirkan kecemasan luar biasa bagi masyarakat global, termasuk kita di Indonesia. Sebagai warga dunia yang mendambakan kedamaian, saya merasa prihatin melihat eskalasi militer yang terus memakan korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur.

Pertempuran skala besar yang melibatkan kekuatan militer AS dan sekutunya dengan Republik Islam Iran bukan sekadar ancaman bagi stabilitas regional Timur Tengah. Dampaknya telah terasa hingga ke berbagai penjuru dunia. Penutupan jalur vital Selat Hormuz dan gejolak geopolitik telah memicu lonjakan harga energi dan berpotensi memicu krisis stagflasi global yang jauh lebih parah. Sungguh ironis ketika ego politik dan ambisi supremasi harus dibayar mahal oleh rakyat jelata dengan hilangnya nyawa, hancurnya penghidupan, dan jutaan warga yang terpaksa mengungsi.

Di tengah mandeknya upaya diplomasi, gencatan senjata yang kerap dilanggar membuktikan bahwa penyelesaian militer tidak pernah menjadi solusi permanen. Operasi militer gabungan dan serangan balasan yang terus menerus justru memperpanjang rantai penderitaan. Apakah dunia harus menunggu kehancuran yang lebih masif dan korban yang lebih banyak sebelum para pemimpin negara adidaya menyadari bahwa perang adalah jalan buntu?

Oleh karena itu, melalui surat ini, saya ingin mendesak masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan tekanan diplomatik tanpa keberpihakan. Semua pihak yang bertikai harus didorong kembali ke meja perundingan dengan kompromi yang tulus untuk menghentikan pertumpahan darah. Prioritas utama saat ini adalah membuka kembali koridor kemanusiaan dan jalur logistik global demi keselamatan ekonomi dan nyawa manusia.

Berita Terkait :  Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Gandeng Pemprov Jatim Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Perang hanya menyisakan abu dan penyesalan. Sudah saatnya akal sehat dan dialog kemanusiaan dikedepankan di atas kepentingan militer maupun politik. Mari kita bersama-sama mendoakan dan menyuarakan perdamaian dunia.

Putri Almeera
Mahasiswi, tinggal di Semolowaru Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!