Sawawi, Situbondo
Sabtu, 16 Mei 2026 menjadi hari yang istimewa dan bersejarah bagi seluruh warga SMAN 1 Besuki atau yang akrab disapa SMABES. Sekolah yang dipimpin oleh Irpan Hilmi, S.Pd., M.Pd. ini, sukses menggelar pawai budaya Nusantara sebagai puncak peringatan ulang tahunnya yang ke-18. Kegiatan ini mengusung tema EIHGTTEN 2026 atau Empowering Innovation, Glorifying Talent, and Spiring Education.
Sejak pukul 11.00 WIB, ribuan warga dari berbagai penjuru telah memadati kawasan sekitar sekolah, berdekatan dengan Alun-alun Besuki dan Pendopo Pate Alos. Tak peduli dengan terik matahari, mereka rela menunggu hanya untuk menyaksikan kemeriahan dan keunikan pawai yang ditampilkan para siswa.
Irpan Hilmi menjelaskan, peringatan dies natalis dengan menampilkan kekayaan budaya Nusantara sudah menjadi tradisi tahunan sekolah.
“Kami tidak hanya menampilkan beragam tarian dan budaya dari seluruh daerah di Indonesia, tapi juga menyajikan cerita dan keunikan sejarah Besuki sendiri. Lewat tema yang kami angkat, kami ingin memberdayakan inovasi, menonjolkan bakat, sekaligus membangkitkan semangat pendidikan bagi seluruh warga sekolah,” ungkapnya.
Menurutnya, penampilan yang ditunjukkan siswa kelas X dan XI ini merupakan wujud nyata dari kegiatan ko-kurikuler, sekaligus bukti bahwa sekolah berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tapi juga memiliki karakter yang baik.
Pawai budaya ini disusun dengan sangat menarik dan tertata rapi. Dimulai dengan barisan Paskibraka, diikuti oleh Kepala Sekolah beserta istri yang menaiki kendaraan jeep, lalu dilanjutkan oleh rombongan siswa yang mengenakan beragam busana adat lengkap dari berbagai penjuru tanah air. Tak hanya itu, mereka juga membawa miniatur rumah adat dan atribut khas daerah yang diwakili, menambah semarak dan makna dari acara ini.
Rute pawai dimulai dari sekolah, melintasi Jalan Suwari Rawai, dan berakhir kembali di gerbang sekolah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan sukses. Kami juga sangat senang melihat antusiasme dan respon positif yang luar biasa dari masyarakat,” tambah Irpan.
Dari Aceh hingga Papua, seluruh kekayaan budaya Indonesia ditampilkan dengan penuh kreativitas, sehingga berhasil memukau semua orang yang menyaksikan. Banyak warga yang tak henti mengabadikan momen ini, dan tak sedikit pula yang menyatakan kekagumannya melihat bagaimana kearifan lokal dan keragaman budaya bangsa ditampilkan dengan begitu indah.
Selain pawai budaya, peringatan dies natalis ke-18 ini juga diisi dengan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti senam bersama, penampilan 18 tumpeng sebagai simbol usia sekolah, hingga upacara bendera. “Ini juga menjadi momen yang berharga bagi saya, karena bertepatan dengan genap satu tahun masa pengabdian saya memimpin sekolah ini,” kata Irpan.
Acara pun ditutup dengan pelepasan belasan burung merpati dan balon, sebagai lambang harapan dan komitmen untuk terus menjaga nama baik sekolah. Kemeriahan semakin terasa saat para siswa menampilkan atraksi dari berbagai ekstrakurikuler, mulai dari PMI, Pecinta Alam, Komunikasi, hingga Palang Merah Remaja.
Di kesempatan yang sama, Budi Santoso, M.Pd. dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso-Situbondo, menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya mewakili pimpinan.
“Saya melihat semangat nasionalisme yang begitu kental terasa di sini, terlihat dari antusiasme siswa, guru, alumni, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga momen ini menjadi semangat baru bagi SMABES untuk terus meningkatkan prestasi, mempererat kekompakan, dan ikut melestarikan budaya bangsa,” ujarnya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari hadirin. [awi.kt]


