32.4 C
Sidoarjo
Saturday, May 16, 2026
spot_img

Salah Paham Saat Kejar Pengendara, Tiga Pemuda di Probolinggo Dikira Begal

Kota Probolinggo, Bhirawa

Peristiwa kejar-kejaran yang viral di media sosial dan disebut sebagai aksi begal di Kota Probolinggo ternyata dipastikan bukan tindak kriminal. Polisi menyebut insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman warga yang melihat adanya pengejaran di jalan raya.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah menjelaskan, kejadian bermula saat tiga pemuda mengendarai sepeda motor di kawasan King, Selasa malam (12/5). Mereka diduga dipepet kendaraan lain hingga akhirnya terjatuh.

Usai terjatuh, ketiga pemuda itu berupaya mengejar pengendara yang diduga menyebabkan kecelakaan tersebut. Namun aksi itu justru memicu teriakan warga yang mengira mereka pelaku begal.

“Warga yang melihat adanya pengejaran langsung meneriaki begal dan maling. Padahal mereka sedang mengejar pengendara lain yang sebelumnya membuat mereka jatuh,” ujar Zainullah, Rabu (13/5).

Teriakan tersebut kemudian memancing warga lain ikut melakukan pengejaran hingga ke kawasan Kebonsari. Di sekitar lokasi kejadian juga terdapat sejumlah anggota TNI yang turut mengetahui situasi tersebut.

Saat ketiga pemuda itu memutuskan berbalik arah karena kehilangan jejak kendaraan yang mereka cari, suasana semakin gaduh. Dalam proses pengejaran itu terjadi kecelakaan yang melibatkan aparat penegak hukum bersama warga lain yang ikut terpancing situasi.

Akibat insiden tersebut, seorang aparat penegak hukum mengalami luka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Mohamad Saleh.

Polisi memastikan tidak ada aksi pembegalan dalam kejadian tersebut. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap pengendara yang diduga menjadi penyebab awal kecelakaan.

Berita Terkait :  Kajari Baru Sampang Diminta Segera Tuntaskan Kasus Pajak RSUD Rp3,3 Miliar

Sementara itu, Agus Sugianto yang mendampingi ketiga pemuda mengatakan mereka sempat panik setelah video kejadian viral di media sosial. Salah satu pemuda bernama Akbar kemudian meminta bantuan untuk memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian.

“Mereka takut karena tiba-tiba disebut begal. Akhirnya kami koordinasi dengan polisi supaya kronologi sebenarnya bisa dijelaskan,” kata Agus.

Tiga pemuda yang dimintai keterangan oleh polisi diketahui bernama Akbar, Robet, dan Ridho yang sama-sama berusia 18 tahun. Ketiganya telah memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut kepada petugas. [irf.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!