Juara Putra dan Putri Duta FAHUM UINSA 2026.
Surabaya, Bhirawa
Grand Final Pemilihan Duta Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) 2026 digelar pada Jumat (8/5) sebagai puncak acara dari seluruh rangkaian seleksi yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Wakil Dekan III FAHUM UINSA, Dr. Muhammad Khodafi, M.Si., mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan kualitas yang lebih baik lagi dan dapat menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa.
“Saya berharap kegiatan ini akan tetap terus berlanjut setiap tahun dan semakin baik, semakin meningkatkan kualitas para peserta dan juga duta yang terpilih,” ujarnya saat ditemui usai acara.
Ia juga berharap agar pelaksanaan Pemilihan Duta FAHUM ke depannya dapat melibatkan lebih banyak pihak melalui kolaborasi yang lebih luas, baik dengan fakultas maupun universitas lain.
Selain itu, ia juga menyoroti peran duta sebagai teladan bagi mahasiswa lainnya, terutama dalam menyeimbangkan prestasi maupun kegiatan akademik dan non-akademiknya selama masa perkuliahannya.
“Para pemenang duta itu menjadi contoh dan teladan bagi mahasiswa yang lain bahwa kuliah itu tidak harus menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’, kuliah pulang-kuliah pulang, tetapi mereka ini menunjukkan bahwa sambil berkuliah bisa berprestasi, bisa meningkatkan kompetensi diri, terutama di dalam public relation,” pungkasnya.
Sementara itu, Grand Final Duta FAHUM UINSA 2026 juga telah menetapkan Dhiva Ashfia dan Dandy Akmal sebagai winner setelah melalui seluruh rangkaian seleksi. Keduanya mengaku sangat bersyukur dan siap untuk mengemban amanah sebagai representasi mahasiswa FAHUM.
“Alhamdulillah kita bisa dipercaya untuk dapat gelar winner Duta FAHUM. Dan semoga kedepannya kita bisa mengemban amanah dengan baik,” ujar Dhiva.
Senada dengan itu, Dandy menyampaikan komitmennya untuk membawa nilai-nilai sosial dan humaniora dalam menjalankan peran sebagai Duta FAHUM. Menurutnya, duta fakultas memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
“Kami akan selalu mengutamakan nilai-nilai sosial dan humaniora kepada mahasiswa, yang terutama dalam nilai budaya dan bahasa. Selain itu, kita juga akan menyebarkan nilai-nilai positif yang berdampak pada masyarakat, baik secara individual maupun masyarakat,” tuturnya.
Disisi lain, Muhammad Sulthoni selaku perwakilan winner Duta Fahum periode sebelumnya berharap para duta baru dapat terus berkembang serta dapat membawa nama baik fakultas di ruang publik yang lebih luas.
“Harapan untuk menjadi lebih baik kedepannya itu pasti ada. Kami berharap mereka bisa berprestasi membawa nama FAHUM di publik luar sehingga fakultas kita dapat dikenal lebih luas,” ungkapnya.
Dengan terselenggarakannya Grand Final ini, maka rangkaian Pemilihan Duta FAHUM UINSA 2026 resmi berakhir. Para Duta yang terpilih diharapkan mampu menjadi representasi mahasiswa FAHUM yang aktif, inspiratif, serta dapat membawa citra positif fakultas di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. mg7. wwn
Penulis: Niken Ayu Dwi Agustin


