28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 13, 2026
spot_img

Tingkat Setengah Pengangguran di Jawa Timur Turun Menjadi 6,67 Persen


Pemprov, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur melaporkan adanya tren positif pada pasar tenaga kerja di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, tingkat setengah pengangguran di Jawa Timur tercatat sebesar 6,67 persen.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,31 persen poin jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2025 yang berada di angka 6,98 persen.

Secara sederhana, dari 100 penduduk yang bekerja di Jawa Timur, terdapat sekitar 6 hingga 7 orang yang masuk dalam kategori setengah penganggur, yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu) dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan lain.

Meskipun secara total mengalami penurunan, terdapat perbedaan tren yang signifikan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, untuk laki-laki dengan tingkat setengah pengangguran mengalami penurunan drastis sebesar 1,01 persen poin, dari 7,47 persen pada Februari 2025 menjadi 6,46 persen pada Februari 2026.

Kemudian untuk perempuan, sebaliknya terlihat tingkat setengah pengangguran perempuan justru mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen poin, dari 6,33 persen tahun lalu menjadi 6,96 persen pada Februari 2026.

Penurunan tingkat setengah pengangguran ini menjadi bagian dari pergeseran proporsi jam kerja penduduk Jawa Timur. Dari total 24,25 juta penduduk bekerja pada Februari 2026, mayoritas masih merupakan pekerja penuh (minimal 35 jam seminggu) dengan persentase 62,81 persen.

Berita Terkait :  Polres Malang Pastikan Distribusi LPG Bersubsidi 3 Kilogram Aman Jelang Idul Fitri

Sementara sisanya, sebesar 37,19 persen, adalah pekerja tidak penuh yang terdiri dari pekerja paruh waktu sebesar 30,52 persen dan setengah pengangguran: 6,67 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M melalui Statistisi Ahli Madya Nurul Andriana menyampaikan bahwa data ini merupakan indikator penting untuk melihat kualitas penyerapan tenaga kerja, di mana penurunan angka setengah pengangguran menunjukkan penggunaan waktu kerja yang lebih optimal di masyarakat. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!