Gresik, Bhirawa
Peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026, tinggal menghitung hari, atau tepatnya kurang dari dua minggu lagi. Namun, hingga saat ini aktivitas perdagangan hewan kurban di Kabupaten Gresik masih belum terlihat ramai; lapak-lapak penjualan masih tampak sepi dari peminat maupun pedagang.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik, drh. Viki Mustofa, menyampaikan bahwa baru ada dua lapak pedagang hewan kurban yang secara resmi mendaftar ke pihak dinas. Padahal, total titik penjualan yang telah dipetakan mencapai 62 lokasi penyebaran.
“Ada dua lapak yang sudah mendaftar, dan keduanya berada di wilayah Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kebomas. Selain itu, kami juga telah mendata puluhan kandang peternak yang juga melayani penjualan hewan kurban langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan ketat guna memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan berada dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi. Hingga saat ini, di wilayah Kabupaten Gresik belum ditemukan adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui program vaksinasi yang digalakkan di sejumlah wilayah. Hingga bulan April 2026 lalu, tercatat sudah sebanyak 10.000 ekor hewan ternak yang telah mendapatkan vaksinasi PMK.
drh. Viki menegaskan bahwa proses vaksinasi tersebut sama sekali tidak membahayakan maupun memengaruhi kualitas daging.
“Vaksinasi ini aman dilakukan, tidak ada efek buruk apa pun. Walaupun hewan divaksin hari ini dan besoknya disembelih, kondisinya tetap aman. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran, baik bagi para pedagang, pembeli, maupun masyarakat yang nantinya mengonsumsi daging kurban tersebut,” jelasnya meyakinkan.
Pemantauan kesehatan hewan akan terus dilakukan hingga menjelang hari raya, mencakup hewan yang berasal dari dalam maupun luar daerah Gresik. Pemeriksaan rutin juga akan dilakukan ke lapak-lapak yang mulai beroperasi, dengan meneliti kondisi kesehatan setiap hewan, baik itu kambing maupun sapi, secara seksama dan teliti.
Salah satu pedagang hewan kurban, Fajar R., yang biasa berjualan di kawasan Jalan Palima Sudirman, mengaku memang biasanya baru akan membuka lapak secara penuh sekitar satu minggu sebelum Idul Adha tiba. Kebiasaan ini dilakukan bukan tanpa alasan, selain karena permintaan baru mulai muncul mendekati hari H, langkah ini juga diambil demi efisiensi.
“Tujuannya untuk menghemat pakan hewan, dan juga biaya sewa tempat yang tentu akan lebih mahal jika disewa terlalu lama,” ujar Fajar.[kim.kt]


