Para Lansia jamaah sholat Dzuhur di masjid Siti Suci Nur Rohmah sedang serius latihan membaca Alquran. alikus/bhirawa.
Melihat Aktivitas Belajar Membaca Alquran Jamaah Lansia di Masjid Siti Suci Nur Rohmah Sidoarjo
Sidoarjo, Bhirawa
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah purna tugas dan pensiunan pegawai lainnya yang selama ini bermukim di perumahan Magersari Permai, Sidoarjo, mempunyai aktivitas baru untuk mengisi waktu luang mereka dengan belajar membaca Alquran.
Setiap hari, sehabis sholat Dzuhur di Masjid Siti Suci Nur Rohmah di perumahan ini, para purna tugas yang mayoritas sudah termasuk lanjut usia itu, aktif dan semangat belajar membaca Kitab Suci Alquran. Meskipun ada yang memulai belajar dari nol.
Ada sekitar 30-an Lansia laki-laki yang mengikutinya. Ada yang masih basic, intermediet hingga advance. Jumlah yang masuk kelas basic ada 10 orang , kelas intermediet ada delapan orang dan kelas advance ada 12 orang.
Pengurus Takmir Masjid Siti Suci Nur Rohmah, H Achmad Zaini, menuturkan, para jamaah difasilitasi mengaji selain untuk mengisi waktu luang mereka, juga supaya mereka lancar dalam membaca Alquran.
”Inisiatif Takmir ternyata mendapat respon positif dari para peserta, yang setiap hari menjadi jamaah di Masjid Siti Suci Nur Rohmah,” komentar Achmad Zaini, yang juga mantan ASN di Pemkab Sidoarjo, belum lama ini.
Kegiatan positif ini, kata Zaini, yang mantan Sekda Kabupaten Sidoarjo itu, semoga bisa ditiru para Lansia lainnya, yang berada di perumahan tengah kota Sidoarjo itu.
”Sudah sekitar satu tahun lebih belajar Baca Alquran ini, semoga proses pendidikan baca Alquran ini terus bisa berlanjut,” komentarnya.
Selain belajar membaca Alquran, para jamaah Lansia ini, menurut Zaini, senang bisa berkumpul dengan jamaah sesama Lansia lainnya. Karena mereka saling komunikasi, saling canda dan tertawa bersama.
”Itu bisa menjadi obat, agar sehat dan panjang usia,” komentarnya.
H Wahyu Anang, peserta belajar Alquran pada kelas Intermediet, mengaku baru ikut belajar ngaji sekitar 3 bulan. Mantan ASN Sidoarjo ini merasa sudah bisa lancar membaca Alquran dengan sesuai dengan tajwid yang benar. Untuk kelas intermediet ini,para peserta diasuh Ustadz H Achmad Suud Asyari, yang juga mantan ASN itu .
Pengakuan terus terang disampaikan Ustadz H Khalili, yang mengajar mengaji Lansia pada kelas basic. Para peserta mengaji yang berusia mulai 60 hingga 76 tahun itu, karena faktor usia mereka kadang gampang lupa yang diajarkan.
”Hari ini diajari, besok mereka sudah lupa lagi, ya kita harus sabar,” komentarnya, disela-sela mengajar para Lansia mengaji di Masjid Siti Suci Nur Rohmah.
Menurut Ustadz Khalili, dengan telaten para Lansia akhirnya mulai bisa membaca meski belum lancar sekali. Mengajar mereka penuh tantangan, karena peserta yang awalnya sama sekali tidak tahu huruf hijaiyah akhirnya perlahan bisa membaca Alquran.
”Gembiranya mengajar bapak-bapak yang sudah Lansia ini, kalau mereka sudah lancar membaca, saya juga ikut senang, karena membaca Alquran bagi kaum muslim kan harus,” ujarnya tersenyum bangga. [kus.fen]


