27 C
Sidoarjo
Sunday, March 29, 2026
spot_img

Tidak Abaikan Campak

Masuk sekolah sudah dimulai, setelah libur panjang lebaran Idul Fitri 1447 H, berakhir. Namun dengan bayang-bayang merebaknya kasus KLB Campak di berbagai daerah. Sehingga setiap sekolah, terutama SD, perlu “menyisir” anak-anak yang belum disuntik. Imunisasi masih bisa berlanjut (di sekolah) sebagai upaya menutup “kantong rentan.” Terutama pada area yang menunjukkan KLB (Kejadian Luar Biasa) cukup banyak. Termasuk Jawa Timur, berlaku di Sumenep, dan Pamekasan.

Pemerintah masih terus menggenjot pelaksanaan imunisasi MR (Measles and Rubella). Diperkirakan perlu menyasar 95% anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, sampai terbentuk herd immunity. Musim libur panjang sekolah diduga menjadi penyebaran virus campak, melalui permainan bersama banyak anak. Terdapat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), yang memberikan imunisasi lanjutan (booster) untuk siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

BIAS, biasanya diselenggarakan pada bulan Agustus, dan November. Namun realitanya tidak terselenggara secara rutin. Terutama terkendala cuaca ekstrem. Sehingga pemerintah (dan daerah) perlu membuka periode imunisasi, khususnya ketika ditemukan KLB. Imunisasi MR (Measles-Rubella) dan DT (Difteri-Tetanus) diberikan kepada murid kelas 1. Sedangkan untuk murid kelas 5-6, diberikan HPV (Human Papillomavirus. Yakni vaksin virus penyebab utama kanker serviks, dan kutil pada kelamin).

Campak (measles) dalam bahasa Jawa (dan Sunda), disebut gabag. Ditandai kemunculan ruam kemerahan pada kulit, mengiringi gejala panas badan. Sedangkan rubella, dikenal sebagai campak “tiga hari tergolong lebih ringan. Bisa sembuh sendiri tanpa diobati dalam waktu tiga hari. Ironis, gejala campak biasa diabaikan, dianggap bukan penyakit berat. Padahal campak sangat menular. Serta bisa berakibat fatal, hingga kematian.

Berita Terkait :  Sambut Lebaran, Pemkab Gresik Gelar Kontes Bandeng Kawak 2025

Seperti terjadi di RSUD Pagelaran, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang dokter muda berusia 26 tahun, tidak tertolong, kerena suspek campak, berkomplikasi dengan pneumonia. Padahal pada hari Lebaran 1447 H, Sabtu, 21 Maret, masih tugas jaga di RSUD. Setelah dirawat intensif selama 4 hari, dokter muda meninggal pada 26 Maret. Maka manajemen RSUD Pagelaran, melakukan tracing, sekaligus imunisasi campak seluruh pegawai RSUD.

Penyakit campak dan rubella, mulai menampakkan gejala peningkatan kasus di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Pada tahun 2023, tidak tanggung-tanggung, kenaikan kasus campak dan rubella, mencapai 32 kali. Saat ini terdapat 34 kabupaten dan kota telah menyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa). Maka Pemerintah daerah (propinsi, serta kabupaten dan kota) patut menggencarkan imunisasi MR (Measles and Rubella). Diperkirakan perlu menyasar 95% anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, sampai terbentuk herd immunity.

Menurut data Kementerian Kesehatan, campak telah merenggu sebanyak 72 jiwa sepanjang 2025-2026. Di sumenep (Madura) terdapat dua ribu kasus, dengan angka kematian sebanyak 17 anak. Tren KLB selalu naik setiap tahun. Tahun lalu sebanyak 64.850 kasus (yang dilaporkan), meningkat 200% dibanding tahun 2024. Tahun ini, sampai akhir Pebruari ditemukan suspek mencapai 10.453 kasus. Korban meninggal mayoritas balita, yang belum pernah di-imunisasi campak.

Merespons KLB campak di Jawa Timur, Gubernur telah menggelontor hampir 10 ribu vaksin. Tetapi masih terdapat kendala “kepercayaan publik” yang rendah. Muncul kekhawatiran orangtua terkait dampak vaksin yang diduga bisa memicu penyakit lain. Melindungi anak, menjadi kewajiban seluruh orangtua. Bahkan setiap anak memiliki hak tumbuh kembang secara aman, dan nyaman, dijamin konstitusi. Tertulis dalam UUD pasal 28-B ayat (2),

Berita Terkait :  Berbekal Delapan Program Inovasi Antar Tulungrejo Kota Batu Juara Lomba Desa Jatim

Di seluruh dunia, kinerja kesehatan anak di-nomor satu-kan, melebihi program memajukan ekonomi.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!