27 C
Sidoarjo
Sunday, March 29, 2026
spot_img

Lampaui Target, Investasi di Kabupaten Pasuruan 2025 Tembus Rp15,9 Triliun

Pemkab Pasuruan, Bhirawa.
Daya tarik Kabupaten Pasuruan sebagai destinasi investasi di Jawa Timur kian kokoh. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di wilayah tersebut menunjukkan tren positif dengan menembus angka Rp15,92 triliun.

Capaian itu tidak hanya melampaui target tahunan, namun juga menempatkan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi utama di Jawa Timur, bersaing ketat dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pasuruan, realisasi investasi sektor non-Usaha Mikro Kecil (UMK) tersebut setara dengan 123 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp12,9 triliun.

Kepercayaan investor terlihat konsisten sejak awal tahun. Pada triwulan I-2025, saat target dipatok Rp2,1 triliun, realisasi justru melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp4,07 triliun. Tren ini berlanjut pada triwulan II dengan capaian Rp3,64 triliun. 

Meski sempat mengalami normalisasi di triwulan III dengan angka Rp3,31 triliun, momentum pertumbuhan kembali memuncak di penghujung tahun. Pada triwulan IV, investasi yang masuk mencapai Rp4,88 triliun, jauh melampaui target periodik sebesar Rp3,8 triliun.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris, menyampaikan performa impresif ini merupakan buah dari konsistensi pemerintah daerah dalam menyederhanakan birokrasi.

“Alhamdulillah, realisasi investasi tahun 2025 melampaui target. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Kabupaten Pasuruan terus meningkat, seiring komitmen kepala daerah dalam memberikan kepastian dan kemudahan berusaha,” ujar Ridwan Harris, Minggu (29/3).

Berita Terkait :  Mal Layanan Publik Pemkab Gresik Diserbu Pemohon Administrasi Kependudukan

Menurut Harris, ada beberapa faktor fundamental yang menjadi magnet bagi para pemodal. 

Selain percepatan perizinan melalui sistem pelayanan terpadu yang transparan dan akuntabel, ketersediaan infrastruktur kawasan industri yang mapan serta kepastian hukum menjadi pertimbangan utama.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan transparan. Iklim usaha yang kondusif menjadi kunci agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di sini,” tambah Ridwan Harris.

Capaian pada triwulan IV secara khusus memberikan catatan prestisius bagi Kabupaten Pasuruan. 

Daerah yang dikenal dengan kawasan industri PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang) ini berhasil menduduki peringkat ketiga tertinggi dalam realisasi investasi se-Jawa Timur.

“Pada Triwulan IV, kita berada di peringkat ketiga setelah Surabaya dan Gresik. Ini menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan,” jelas Ridwan Harris

Meski angka-angka tersebut menunjukkan keberhasilan secara makro, Harris menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah dampak nyata bagi masyarakat lokal. 

Aliran modal yang masuk diharapkan mampu menciptakan efek domino (multiplier effect), terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya beli masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Target kami bukan hanya angka investasi, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan,” papar Ridwan Harris.

Pemkab Pasuruan optimistis tren positif ini akan berlanjut pada tahun 2026. Dengan jaminan keamanan dan kemudahan pengembangan usaha, Pasuruan berambisi untuk terus menjaga posisinya sebagai primadona investasi di koridor ekonomi Jawa Timur.  [hil.kt]

Berita Terkait :  Istighosah Kubro Warnai Perimgatan Hari Jadi Ke-457 Kabupaten Madiun, Pemkab Serahkan Bantuan Keagamaan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!