Wali Kota Batu, Nurochman saat memimpin Rakor Kewaspadaan Daerah dalam memperkuat deteksi dini jelang Idul Fitri di Rumdin Walkot Batu.(Anas/Bhirawa)
Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota Batu bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mulai memetakan berbagai potensi kerawanan serta memperkuat deteksi dini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Wali Kota Nurochman mengapresiasi sinergi FKDM dalam membaca dinamika sosial, ekonomi, dan keamanan di Kota Batu. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi Pemkot Batu dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
Nurochman menekankan pentingnya pemetaan isu-isu krusial yang berpotensi menimbulkan kerawanan di tengah masyarakat. Hal imi termasuk dinamika sosial yang dapat berkembang menjadi konflik jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Dan terima kasih atas sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang telah dilakukan FKDM dalam membaca dan memetakan kondisi yang ada di Kota Batu. Hal ini sangat penting bagi Pemkot sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan kebijakan-kebijakan,” ujarnya, Senin (9/3).
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang terjadi pada 4 Maret lalu. Saat itu hujan deras yang disertai angin puting beliung menyebabkan puluhan pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Batu.
Kondisi dan kerawanan ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat informasi dari BMKG menyebutkan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga 10 Maret. Karena itu Wali Kota mengajak semua pihak dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dalam rapat koordinasi yang telah dilakukan, Nurochman juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan ketertiban sosial dimana di dalamnya termasuk penyalahgunaan narkoba. Dan apabila hal ini tidak ditangani secara serius maka berpotensi dapat memicu munculnya konflik di tengah masyarakat.
Selain kewaspadaan dini, Wali Kota juga memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak. Untuk itu Wali Kota melakukan audiensi dengan manajemen RSIA Haji Kota Batui membahas pengembangan kelembagaan rumah sakit di Kota Batu untuk penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Hadir dalam kesempatan itu Direktur RSIA Haji dr Siwi, Direktur PT Mitra Medika Batu Prof Yupono selaku pengelola, Komisaris H Samadi, dan Komisaris H A Buchori. Dan manajemen RSIA Haji menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk upaya penguatan jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak guna memperluas akses layanan masyarakat.
Sejalan dengan arahan Dinas Kesehatan terkait pentingnya diferensiasi layanan, RSIA Haji menetapkan fokus pengembangan pada layanan unggulan. Yaitu, sebagai pusat tumbuh kembang anak, serta layanan USG Fetomaternal.
“Kedua layanan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemantauan kesehatan ibu hamil serta deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak,” harap Nurochman.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan fasilitas layanan kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dan Pemerintah Kota Batu siap mendukung setiap langkah strategis yang berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan, profesionalisme pengelolaan, serta perluasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Batu.(nas.hel)


