Situbondo, Bhirawa
Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Kabupaten Situbondo dalam dua hari terakhir memicu keresahan. Khawatir kehabisan bahan bakar, warga mulai ramai ramai memadati pom bensin hingga memunculkan potensi panic buying.
Merespons kepanikan publik ini, Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie langsung turun tangan. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan berhenti memborong BBM secara berlebihan di Bulan Ramadan.
”Masyarakat tidak perlu panik apalagi sampai panic buying. Berdasarkan pemantauan dan pengecekan langsung anggota kami di lapangan, stok BBM di wilayah Situbondo masih sangat aman dan mencukupi untuk kebutuhan jelang Idul Fitri. Suplai dari Pertamina Banyuwangi juga lancar,” tegas AKBP Bayu, Sabtu (7/3).
AKBP Bayu juga melontarkan peringatan keras kepada oknum yang mencoba mencari keuntungan di tengah kepanikan warga. Ia menegaskan, BBM adalah komoditas strategis yang diatur negara.
”Jangan sampai ada pihak yang mengambil kesempatan melakukan penimbunan. Negara telah memberikan batasan tegas. Segala bentuk penimbunan atau manipulasi distribusi akan kami tindak tegas dan berimplikasi pada hukuman pidana yang berat,” ancam AKBP Bayu.
AKBP Bayu uga meluruskan simpang siur informasi di lapangan. Antrean yang terjadi di beberapa SPBU pusat kota seperti SPBU Karang Asem, Kotakan, Klatakan, dan Kapongan murni karena lonjakan pengguna kendaraan, bukan karena stok habis.
”Di samping itu, memang ada beberapa SPBU yang sedang mengalami kendala teknis maupun operasional seperti di SPBU Panji saat ini belum bisa melayani pembeli karena sistem sedang eror dan masih menunggu perbaikan teknisi. Kemudian SPBU Kalianget di Banyuglugur harus tutup sementara karena proses pembersihan tangki pendam. Dijadwalkan beroperasi normal kembali pada Minggu (8/3),” jelas AKBP Bayu.
AKBP Bayu menegaskan, untuk SPBU Kembang Sambi di Bungatan memiliki stok Pertalite dan Pertamax yang terpantau aman. Namun, untuk Bio Solar tidak melayani penjualan karena mesin dispenser masih disegel dengan garis polisi oleh Bareskrim Polri terkait penanganan kasus hukum.
”Sebagai langkah antisipasi puncak mudik lebaran 1447 H, Pertamina Tanjung Wangi juga telah menyiapkan truk BBM Satgas Lebaran. Kebijakan layanan tebus dan kirim akan dilakukan di hari yang sama demi menjamin tangki-tangki SPBU di Situbondo tidak pernah kering,” tandas mantan penyidik KPK ini. [awi.fen]


