Kediri, Bhirawa
Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Kamis kemarin sore, berubah semarak.
Ratusan warga memadati halaman Disbudparpora untuk menikmati pagelaran seni Reog Kediri sekaligus mengikuti kegiatan pembagian lebih 2.000 takjil dalam momentum ngabuburit Ramadhan.
Kegiatan bertajuk “Menebar Berkah Ramadhan” ini menjadi ajang kebersamaan lintas elemen masyarakat, mulai dari insan budaya, pariwisata, pemuda hingga olahraga di Kota Kediri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, Asisten I dan Asisten II Pemerintah Kota Kediri yang mewakili Wali Kota Kediri, anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Golkar, Camat Mojoroto, unsur TNI–Polri, serta para penggiat dan pelaku budaya.
Turut memberikan dukungan berbagai organisasi seperti PHRI Kediri Raya, Dewan Kebudayaan Daerah (DKD), KORMI, KNPI, Pemuda Pancasila, dan KONI Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada PHRI, DKD, KORMI, KNPI, Pemuda Pancasila dan KONI Kota Kediri dan PABINTA atas dukungannya. Berkat kebersamaan ini kegiatan ngabuburit budaya dan berbagi takjil dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurut Bambang, kegiatan ini sengaja digelar untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergi antara budaya, pariwisata, pemuda dan olahraga di Kota Kediri.
“Ini adalah manunggaling insan budaya, pariwisata, pemuda dan olahraga. Kita berkumpul untuk berbagi berkah Ramadhan kepada masyarakat dengan membagikan lebih dari dua ribu takjil,” jelasnya.
Selain pembagian takjil, masyarakat juga disuguhi pagelaran seni Reog Kediri yang tampil memukau dan menjadi hiburan warga sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Tak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon beringin kuning di halaman Disbudparpora Kota Kediri.
Penanaman ini dilakukan sebagai pengganti pohon beringin lama yang tumbang pada Ramadhan tahun 2022.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri, Wahyu Yuwono Alam, mengatakan penanaman pohon tersebut memiliki makna penting sebagai simbol kelestarian lingkungan sekaligus filosofi budaya.
“Budaya menanam pohon adalah bagian dari upaya menjaga kelestarian alam. Pohon beringin melambangkan kerindangan dan keseimbangan lingkungan, sehingga perlu terus dilestarikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya DKD juga telah melakukan gerakan penanaman ribuan pohon di berbagai wilayah Kota Kediri sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pemanasan global.
Sementara itu, salah satu warga yang datang menonton pagelaran Reog, Citra, mengaku mengetahui kegiatan tersebut dari media sosial dan sengaja datang untuk ngabuburit.
“Tahu dari story WhatsApp teman. Sekalian ngabuburit dan lihat Reog, menurut saya bagus dan meriah,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan budaya Ramadan ini rencananya akan berlanjut pada 14 Maret mendatang, dengan menghadirkan seluruh paguyuban jaranan se-Kota Kediri untuk menggelar pertunjukan sekaligus kegiatan religi berupa ngaji dan bersholawat bersama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya nguri-nguri budaya Jawa di Kota Kediri. [van.kt]


