27 C
Sidoarjo
Thursday, March 5, 2026
spot_img

KBRI Amman Pastikan 27 WNI Peserta Wisata Rohani Keluar Dari Yordania

Jakarta, Bhirawa

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman memastikan puluhan WNI yang sedang melakukan wisata rohani di Yordania telah dapat meninggalkan negara tersebut setelah sempat terdampak dinamika konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, KBRI Amman telah berkomunikasi dengan rombongan WNI yang mengaku terkena pembatalan penerbangan sehingga meminta bantuan KBRI untuk kepulangan mereka.

“KBRI Amman terus aktif berkomunikasi dan memantau kondisi rombongan wisatawan tersebut. Sejauh ini sudah ada 27 WNI wisatawan rohani dari rombongan berbeda yang meninggalkan Yordania dengan penerbangan alternatif via Kairo,” menurut pernyataan Kemlu RI saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Salah satu rombongan tersebut, yang baru merampungkan kunjungan ke situs wisata Petra, menghubungi KBRI Amman pertama kali pada Senin (2/3) dan mengutarakan kekhawatiran terkait pembatalan penerbangan pulang ke tanah air yang dijadwalkan pada Rabu (4/3).

KBRI Amman lekas merespons rombongan tersebut dan menawarkan opsi penerbangan alternatif yang bisa diambil. Namun pada Selasa (3/3), rombongan yang sama melaporkan penerbangan baru yang mereka sudah pesan dengan maskapai berbeda juga dibatalkan.

Rombongan wisatawan rohani tersebut kemudian meminta informasi terkait pesawat sewaan yang tersedia di Yordania, dan KBRI Amman menyanggupi permintaan mereka dengan mencari informasi pesawat sewaan sebagaimana diminta.

Namun, KBRI Amman telah menyampaikan kepada rombongan bahwa atas berbagai pertimbangan, hingga saat ini masih belum ada rencana melakukan evakuasi WNI.

Berita Terkait :  Komisi V DPR RI Godok Revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

KBRI Amman juga telah menindaklanjuti permintaan obat-obatan sesuai permintaan, dan konsumsi menu khas Indonesia dikirimkan kepada para WNI dalam rombongan wisata rohani tersebut.

Dengan demikian, Kemlu RI menyampaikan bahwa informasi yang menyatakan KBRI Amman tidak merespons keluhan para WNI yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut, sebagaimana beredar dalam video di media sosial, adalah tidak benar.

“Pihak pengunggah juga menyampaikan permohonan maaf karena hanya mencoba dengan berbagai cara secara bersamaan,” demikian Kemlu RI.

Dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono telah melakukan pertemuan virtual pada Selasa (3/3) dengan kepala perwakilan RI di kawasan untuk membahas perkembangan situasi dan tindak lanjut yang diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu menegaskan bahwa pelindungan WNI adalah prioritas utama. Ia juga meminta seluruh perwakilan RI untuk terus bersiaga dan memperbarui langkah-langkah kontingensi sesuai perkembangan situasi. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!