Gresik, Bhirawa
Suasana di Pendopo Desa Slempit tiba-tiba menjadi hening saat fakta mengejutkan tentang sampah dibeberkan di hadapan warga. Pembahasan kali ini bukan sekadar tentang tumpukan sampah yang terlihat saat ini, melainkan tentang dampak jangka panjang yang akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Kegiatan penyuluhan lingkungan yang digelar dalam rangka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tersebut dihadiri langsung oleh Kapten Kav I Nyoman Aristya, didampingi Nurul Fadilah, S.T dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Dalam kesempatan itu, mereka mengingatkan masyarakat bahwa sampah yang dibuang sembarangan tidak akan pernah benar-benar hilang begitu saja.
“Plastik yang kita buang hari ini bisa tetap bertahan di alam hingga ratusan tahun ke depan,” tegas I Nyoman Aristya saat menyampaikan materi pada Kamis (06/05/2026) di hadapan warga Desa Slempit.
Bersama jajaran Satgas TMMD ke-128 Gresik dan Sekretaris Desa Slempit, Kuspriyadi, ia mengajak seluruh warga untuk mulai memahami betapa pentingnya memilah dan mengelola sampah, baik yang bersifat organik maupun plastik. Hal ini dilakukan demi menjaga lingkungan desa agar tetap bersih, sehat, dan terhindar dari pencemaran.
I Nyoman Aristya juga menegaskan bahwa kehadiran TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya merawat dan melestarikan lingkungan hidup.
“Kami menginginkan desa ini tetap bersih, sehat, dan masa depannya tetap terjaga dengan baik. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Di tengah berbagai pembangunan yang sedang berlangsung dalam rangkaian TMMD ke-128, pesan sederhana namun mendalam untuk menjaga kelestarian bumi terus digaungkan. Harapannya, kesadaran yang tumbuh dari Pendopo Desa Slempit ini dapat terus terpelihara, sehingga lingkungan tetap lestari dan menjadi warisan yang indah bagi anak cucu di masa mendatang. [iin.kt]


