25 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Ganti Nahkoda, Bupati Rusdi Target Persekabpas Promosi ke Liga 2


Pasuruan, Bhirawa
Kabut kelesuan yang menyelimuti klub sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan, Persekabpas, mulai menemui titik terang. Usai bertahun-tahun terjebak di kompetisi kasta ketiga, manajemen resmi menyerahkan mandat pengelolaan klub kepada Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya rekonsiliasi sekaligus restrukturisasi besar-besaran demi mengembalikan kejayaan tim yang pernah disegani di level nasional. Penyerahan kepengurusan dilakukan langsung oleh Manajer Persekabpas, Gaung Andaka, dalam pertemuan tertutup di ruang kerja Bupati Pasuruan, Rabu (4/3).

Tentu saja, momentum itu menandai berakhirnya masa transisi yang selama ini dinilai publik kurang memberikan progres signifikan bagi prestasi tim. “Hari ini saya serahkan kepengurusan Persekabpas kepada Mas Rusdi (sapaan akrab Bupati Rusdi Sutejo). Harapannya, target promosi ke Liga 2 nanti bisa tercapai di bawah nakhoda baru,” ujar Gaung Andaka.

Gaung menjelaskan, pasca pertemuan tersebut pihaknya akan segera melakukan rapat internal untuk mematangkan transisi manajemen. Proses itu tidak hanya bersifat administratif di internal klub, namun juga akan menyentuh ranah hukum melalui notaris untuk memastikan perubahan struktur organisasi memiliki landasan legalitas yang kuat.

Perubahan manajemen tersebut menjadi krusial mengingat tata kelola klub profesional saat ini menuntut akuntabilitas tinggi, terutama dalam hal pendanaan dan kemitraan strategis.

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, memberikan apresiasi atas dedikasi pengurus lama yang setidaknya mampu menjaga napas klub agar tetap bertahan di Liga 3 Nasional.

Berita Terkait :  Atlet Dayung Kabupaten Malang Raih Medali Emas dan Perunggu di Porprov IX Jatim 2025

Mas Rusdi sapaan akrabnya menegaskan bahwa status bertahan tidak lagi cukup bagi tim dengan basis massa sebesar Persekabpas. “Pengurus baru harus segera bergerak cepat. Kami ingin Persekabpas kembali menjadi identitas yang dicintai masyarakat. Potensi itu ada dan kita melihat banyak bibit pemain muda berbakat yang muncul dalam turnamen Piala Bupati beberapa waktu lalu,” Mas Rusdi.

Dalam catatan sejarah sepak bola Indonesia, Persekabpas Pasuruan bukanlah nama sembarangan. Pada tahun 2006, tim berjuluk Laskar Sakera ini menorehkan tinta emas dengan meraih posisi ketiga di Divisi Utama, yang saat itu merupakan kasta tertinggi kompetisi tanah air. Sejak saat itu, prestasi tim perlahan merosot hingga terlempar ke kasta terendah.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Mas Rusdi menekankan dua pilar utama. Yakni, perbaikan infrastruktur dan kejelasan status kepemilikan.

Stadion sebagai markas utama akan segera direnovasi agar memenuhi standar verifikasi kompetisi Liga 2 yang lebih ketat. “Fasilitas stadion akan kami rombak agar layak. Selain itu, masalah kepemilikan klub akan dibahas secara mendalam setelah pergantian manajemen ini tuntas,” kata Mas Rusdi.

Tentu saja, langkah pengambilalihan itu memberikan harapan baru bagi ribuan suporter setianya. Namun, tantangan besar menanti di depan mata adalah bagaimana mengubah romantisme kejayaan tahun 2006 menjadi strategi konkret untuk menembus kerasnya kompetisi nasional di masa depan.

“Kami tidak ingin sekadar bertahan. Persekabpas harus kembali menjadi magnet sepak bola yang dicintai masyarakat Pasuruan,” urai Mas Rusdi. [hil.wwn]

Berita Terkait :  Gelar PRUActive Family, Prudential Indonesia Ajak 1.500 Peserta di Surabaya Hidup Lebih Sehat dan Aktif

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!