Jombang, Bhirawa
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 6 Yayasan Machfudhoh Aly Ubaid Jombang terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pada Senin (02/03), paket menu kering didistribusikan kepada ratusan siswa TK Muslimat NU Tambakberas, Jombang. Hal tersebut sebagai bentuk adaptasi pemenuhan nutrisi selama bulan suci Ramadan.
Langkah tersebut bukan sekadar pembagian makanan biasa, melainkan upaya strategis untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang stabil meskipun pola makan berubah selama puasa.
Menu kering dipilih sebagai solusi distribusi yang aman, tahan lama, dan tetap kaya akan zat gizi makro maupun mikro. Setiap paket yang diterima siswa dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan energi harian yang krusial bagi masa pertumbuhan.
Paket tersebut terdiri dari roti sisir, kacang telur, pentol goreng, serta buah pisang Cavendish sebagai pelengkap nutrisi alami. PLO Gizi SPPG Tambakrejo 6, Dewi Intan Amalia menekankan, fokus utama program ini adalah manfaat kesehatan jangka panjang bagi anak. “Kami ingin memastikan bahwa setiap suapan yang dikonsumsi anak memiliki nilai fungsional untuk mendukung perkembangan fisik dan otak mereka,” ujarnya.
Dalam tinjauan medis, protein merupakan unsur vital bagi anak-anak usia dini. Kehadiran protein hewani melalui pentol daging dan protein nabati dari kacang telur dalam paket ini berfungsi sebagai zat pembangun sel-sel tubuh serta memperkuat sistem imun anak.
Selain protein, aspek karbohidrat dari roti sisir berperan sebagai sumber energi utama agar anak tetap aktif. Dan pisang Cavendish disisipkan sebagai sumber serat, kalium, dan vitamin yang sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan serta fungsi jantung sejak dini.
Dewi mengatakan, kandungan gizi dalam satu paket kecil ini sangat padat. Tercatat, paket ini mengandung energi sebesar 4,42 kalori, protein 12,4 gram, lemak 19,6 gram, karbohidrat 56,7 gram, serta serat sebesar 5,1 gram. “Meski porsinya terlihat lebih ringkas tanpa nasi, kepadatan gizinya tetap kami jaga,” ucapnya. “Kami berupaya agar anak-anak tidak mengalami defisit nutrisi, terutama pada komponen protein yang sangat penting untuk mencegah stunting,” imbuhnya.
Kualitas bahan baku juga menjadi kunci utama manfaat kesehatan ini. Seluruh makanan diproduksi secara mandiri di dapur higienis SPPG Tambakrejo 6 dengan standar keamanan pangan yang ketat, guna memastikan tidak ada bahan pengawet atau penyedap rasa berlebih yang masuk ke tubuh anak.
Keamanan ini sangat krusial karena sistem pencernaan anak usia KB dan TK masih sangat sensitif. Dengan memproduksi sendiri pentol dan olahan lainnya, SPPG dapat menjamin bahwa anak-anak mendapatkan asupan yang murni, sehat, dan minim risiko gangguan kesehatan.
Sebanyak 228 siswa terlibat sebagai penerima manfaat langsung. Secara kolektif, SPPG Tambakrejo 6 memegang peran besar dalam menjaga stabilitas gizi di wilayah tersebut dengan mendistribusikan hingga 1.270 porsi makanan setiap hari.
Pihak pengelola juga sangat memperhatikan aspek medis terkait alergi makanan. Dengan sistem pemantauan harian, paket makanan disesuaikan bagi siswa yang memiliki sensitivitas terhadap bahan tertentu, sehingga manfaat gizi dapat diterima secara merata tanpa menimbulkan efek samping kesehatan.
Antusiasme siswa seperti Nia menjadi bukti bahwa menu ini tidak hanya sehat, tetapi juga disukai anak-anak. “Senang sekali dapat roti dan pisang untuk buka puasa nanti,” tutur Nia. [rif.wwn]


