Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) terus memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menjawab tantangan perubahan iklim. Yang terbaru, FMIPA menghadirkan praktisi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Malang dalam kuliah tamu Biologi Konservasi guna membekali mahasiswa dengan strategi mitigasi emisi karbon di wilayah perkotaan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang MIPA Center 1.1 pada Senin (23/2), menghadirkan alumni angkatan 1995, Tri Santoso. Di hadapan 135 mahasiswa Semester IV Departemen Biologi, Tri membedah transformasi pengelolaan lingkungan yang kini tidak lagi sekadar menjaga ekosistem, namun harus terintegrasi dengan pembangunan berkelanjutan.
“Isu konservasi saat ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pembangunan. Faktor utama peningkatan emisi karbon kita berasal dari pertumbuhan kota, aktivitas transportasi, hingga industri,” ujar Tri Santoso saat memaparkan materi.
Menurutnya, tantangan terbesar kota besar seperti Malang adalah beralih dari pola pengelolaan limbah konvensional menuju pendekatan circular economy. Konsep ini memandang limbah bukan sebagai residu akhir, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali guna menekan jejak karbon secara signifikan.
Selain aspek teknis, Tri menekankan pentingnya instrumen legalitas lingkungan. Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH), efisiensi energi, serta penguatan dokumen perizinan berbasis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi kunci kendali dampak pembangunan di daerah.
“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan rencana pembangunan memperhatikan daya dukung lingkungan. Namun, kebijakan ini butuh sokongan data ilmiah dan riset dari kawan-kawan akademisi agar tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, jalannya kuliah tamu berlangsung interaktif. Para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berdiskusi mengenai inventarisasi emisi karbon daerah serta peluang karier di bidang tata kelola lingkungan hidup.
Pihak FMIPA UB menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual. Dengan menghadirkan alumni yang berkecimpung langsung di pemerintahan, diharapkan mahasiswa memiliki gambaran nyata mengenai solusi perubahan iklim di tingkat lokal.
“Saya berharap mahasiswa tidak hanya paham konsep secara teoritis, tetapi mampu berkontribusi aktif mewujudkan kota yang berkelanjutan dan rendah emisi, khususnya di Malang,” pungkas Tri. [mut.wwn]

