32.3 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

11 LC Terjaring Razia Satpol PP di Tempat Hiburan Tak Berizin, Satu Di Antaranya Hamil

Kota Probolinggo, Bhirawa – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo mengamankan 11 pemandu lagu yang biasa disebut LC (lady companion) dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang menyasar empat lokasi di wilayah Kota Probolinggo. Seluruh tempat yang menjadi sasaran diketahui tidak memiliki izin operasional.

Kasi Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakda) Satpol PP Kota Probolinggo, Nur Ahmad, mengatakan operasi tersebut berlangsung pada Minggu dini hari mulai pukul 21.00 WIB hingga sekitar pukul 03.00 WIB dengan melibatkan Subdenpom dan Dinas Kesehatan.

“Operasi dimulai dari kawasan Triwung Kidul. Di lokasi pertama depan Jarum kami mengamankan tiga LC. Selanjutnya bergeser ke depan Terminal atau depan Akas dan kawasan utara Alfa yang total mengamankan enam LC,” ujar Nur Ahmad saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/7).

Petugas kemudian melanjutkan pemeriksaan di kawasan Jalan Maramis, namun tidak menemukan aktivitas yang melanggar. Operasi berikutnya dilakukan di kawasan Lingkar Utara, Kelurahan Mangunharjo, dan kembali mengamankan dua LC.

“Dari seluruh lokasi, total ada 11 LC yang kami amankan. Selain itu, di lokasi Lingkar Utara juga ditemukan empat botol minuman beralkohol jenis bir,” katanya.

Menurut Nur Ahmad, seluruh tempat hiburan yang menjadi sasaran razia tidak mengantongi izin. Karena itu, selain melakukan pembinaan kepada para pekerja, Satpol PP juga akan memanggil pengelola usaha untuk dimintai keterangan terkait legalitas usaha dan dugaan pelanggaran peraturan daerah.

Berita Terkait :  Merebak Dugaan Korupsi Jual Beli Kios Pasar Induk di Kota Batu

“Kami lakukan pembinaan kepada para pekerja. Pengusahanya juga akan kami panggil untuk diperiksa terkait proses perizinan maupun penyediaan minuman beralkohol di lokasi tersebut,” jelasnya.

Dalam operasi itu, Dinas Kesehatan turut melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes HIV dan narkoba terhadap para LC yang diamankan. Hasil pemeriksaan tidak menemukan penyalahgunaan narkoba, namun terdapat satu orang yang diketahui sedang hamil.

Nur Ahmad menambahkan, mayoritas peserta razia bersikap kooperatif meski sempat ada satu orang yang awalnya enggan menjalani pemeriksaan. Namun setelah diberikan penjelasan, yang bersangkutan akhirnya bersedia diperiksa.

Ia juga mengungkapkan bahwa para LC yang diamankan tidak seluruhnya merupakan warga Kota Probolinggo. Beberapa di antaranya berasal dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, serta Malang yang kini menetap di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP rutin menggelar operasi penyakit masyarakat sebanyak dua kali dalam sebulan. Berdasarkan evaluasi, jumlah pelanggaran yang ditemukan menunjukkan tren menurun dibandingkan operasi sebelumnya.

Nur Ahmad mengajak masyarakat turut berperan aktif menjaga ketertiban lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang meresahkan kepada Satpol PP.

“Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan Satpol PP. Kami membutuhkan partisipasi masyarakat. Jika ada aktivitas yang meresahkan atau melanggar aturan, segera laporkan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!