Bojonegoro,Bhirawa – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kondisi tersebut dirasakan warga Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber-sumber air warga mengering dalam beberapa pekan terakhir.
Merespons kondisi tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro menyalurkan bantuan sebanyak 6.000 liter air bersih kepada warga RT 006 dan RT 007, RW 002, Desa Kedungsari, Jumat (21/8/2026).
Penyaluran air dilakukan sejak pagi dengan melibatkan jajaran Babinsa Koramil 0813-24/Temayang. Para personel TNI bersama warga bergotong royong mengisi sejumlah tempat penampungan, mulai dari bak darurat berbahan terpal hingga jeriken dan galon milik warga.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian TNI dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Selain menjaga keamanan wilayah, jajaran Kodim 0813 Bojonegoro turut berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi sulit akibat musim kemarau.
Ketua RT 006 RW 002 Desa Kedungsari, Edi Siswantoro, mengapresiasi respons cepat jajaran Kodim 0813 Bojonegoro.
Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi warga yang tengah mengalami kekurangan air.
“Saya mewakili masyarakat Desa Kedungsari, khususnya warga RT 006, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dandim Bojonegoro beserta jajaran atas bantuan air bersih ini. Bagi kami, bantuan ini sangat bermanfaat sekali karena daerah kami saat ini sedang mengalami kekeringan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Margono, 47, warga RT 007 RW 002. Ia mengatakan, bantuan air bersih dari Kodim sangat membantu memenuhi kebutuhan warga yang selama beberapa minggu terakhir kesulitan memperoleh air.
“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga. Semoga menjadi amal ibadah dan membawa manfaat besar bagi warga yang sedang mengalami kesulitan air bersih,” katanya.
Sementara itu, Bati Bhakti TNI Koramil 0813-24/Temayang, Pelda Masduq Ali, berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak kekeringan.
“Semoga bantuan air bersih ini bermanfaat dan membantu meringankan beban warga,” tuturnya.
Penyaluran air bersih diharapkan dapat terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan air. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran TNI dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro. [bas.kt]



