26 C
Sidoarjo
Thursday, August 20, 2026
spot_img

Dosen FKIP UKWMS Kembangkan Hidroponik Arduino


Surabaya, Bhirawa – Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menjadi salah satu penerima hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program tersebut menyasar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Malang dengan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan inovasi pembelajaran multidisipliner, Kamis (20/8).

Rektor UKWMS, Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

“Inovasi utama yang dikembangkan dalam program ini yakni instalasi hidroponik berbasis mikrokontroler Arduino, Teknologi memungkinkan pemantauan sejumlah parameter penting dalam budidaya hidroponik, seperti pH, suhu, kelembaban, dan nutrisi secara otomatis,” ucapnya.

Lanjut Sumi menyampaikan, kolaborasi antara dosen dan sekolah melalui program PKM diharapkan tidak berhenti pada penerapan teknologi, tetapi mampu membangun model pembelajaran yang berkelanjutan, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“UKWMS berkomitmen untuk terus mendorong dosen menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, teknologi, pembelajaran multidisipliner, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dipadukan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Berita Terkait :  Elvira Bagikan Pengalaman Berharga Selama Magang di Humas Polrestabes Surabaya

Sumi menjelaskan bahwa pelaksanaan PKM telah memberikan sejumlah dampak nyata, Siswa memperoleh pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih kontekstual, sementara guru mendapatkan peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk pembelajaran.

“Beberadaan instalasi hidroponik mulai membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik pelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Selain teknologi hidroponik, tim PKM juga memperkenalkan modul ajar multidisipliner dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) bilingual. Modul tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi Magic School AI untuk membantu guru mengintegrasikan bahasa Inggris, pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta materi ekologi dalam pembelajaran sehari-hari.

Kepala Sekolah SRMP 16 Malang, Rida Afrilyasanti, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan manfaat besar bagi guru maupun siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut mendorong pembelajaran tidak lagi berjalan secara terpisah berdasarkan mata pelajaran, tetapi dapat diintegrasikan dalam konteks yang lebih nyata.

“Melalui kegiatan ini, kami guru dan siswa mendapatkan manfaat yang sangat besar. Guru-guru dapat mengintegrasikan pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak hanya terpusat di satu mata pelajaran, tetapi dapat diintegrasikan antara satu dengan yang lainnya. Siswa dapat terfasilitasi melalui pembelajaran yang lebih kontekstual,” ujarnya.

Rida menambahkan, penerapan hidroponik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan secara langsung materi yang diperoleh di kelas. “Siswa langsung mempraktekkan materi yang mereka pelajari di kelas dalam aplikasi langsung melalui praktek hidroponik di lapangan,” tambahnya.

Berita Terkait :  FTP UB Transformasi jadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem

Hal senada disampaikan Novia Sigma, salah satu guru IPA SRMP 16 Malang. Ia menilai pelatihan pembelajaran multidisipliner, pembelajaran mendalam, pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta hidroponik dapat membantu guru menghubungkan berbagai materi pelajaran dengan praktik nyata.

“Pelatihan pembelajaran multidisipliner, pembelajaran mendalam, kemudian kemanfaatan digital AI, dan juga hidroponik telah membantu kami semua dalam menghubungkan pembelajaran dalam konteks mata pelajaran,” katanya.

Menurut Novia, penerapan hidroponik juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan pengetahuan awal mengenai bidang pertanian. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!