Gresik, Bhirawa – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang kian cepat mulai menjadi perhatian serius Polres Gresik. Tak hanya mendorong pemanfaatan teknologi secara positif, kepolisian juga mengingatkan pelajar terhadap ancaman penyalahgunaan AI di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Polres Gresik, saat menggelar sosialisasi dan edukasi pemahaman AI kepada 150 siswa SMAN 1 Gresik. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Komputer SMAN 1 Gresik, dan diikuti para siswa bersama wali kelas.
Kegiatan edukasi dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, bersama Kaurmintu Satreskrim Ipda Dani Rekso dan jajaran pemateri Polres Gresik.
Materi yang diberikan tidak sebatas mengenalkan perkembangan AI, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai sisi risiko teknologi tersebut. Mulai dari pentingnya memverifikasi informasi, menjaga data pribadi hingga menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Langkah itu dinilai penting, di tengah semakin mudahnya generasi muda mengakses berbagai platform berbasis kecerdasan buatan. Kemudahan tersebut, di satu sisi, dapat menunjang proses belajar dan kreativitas. Namun di sisi lain, tanpa literasi digital yang memadai, teknologi dapat dimanfaatkan untuk tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kepala SMAN 1 Gresik Irfan, menyambut positif kegiatan tersebut. Pemahaman AI menjadi bekal penting bagi siswa, sekaligus bagian dari langkah pencegahan. Agar pelajar tidak terjerumus menjadi korban, maupun pelaku penyalahgunaan teknologi digital.
“Edukasi ini sangat bermanfaat bagi para siswa, sebagai sarana pencegahan terjadinya tindak kejahatan. Atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Irfan berharap kegiatan serupa tidak berhenti, sebagai sosialisasi sesaat. Edukasi mengenai perkembangan teknologi, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Agar pemahaman siswa, terus mengikuti perubahan di dunia digital.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, bahwa literasi digital bagi generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan digital yang aman. “Harapannya, pembekalan ini dapat mencetak generasi muda yang cerdas. Aman dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Polres berharap, edukasi tersebut tidak hanya membuat pelajar mampu menggunakan AI. Tetapi juga memiliki kemampuan, untuk bersikap kritis terhadap hasil teknologi. Pelajar didorong tidak menelan mentah-mentah informasi yang dihasilkan AI, dan tetap melakukan pengecekan sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Ditambahkan AKBP Ramadhan Nasution, bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kemampuan menggunakan AI saja dinilai tidak cukup. Pelajar juga dituntut memahami batas antara pemanfaatan teknologi, untuk produktivitas dengan penggunaan yang berpotensi menimbulkan persoalan. Melalui penguatan literasi digital tersebut, menempatkan edukasi pelajar sebagai salah satu langkah preventif menghadapi potensi kejahatan dan penyalahgunaan teknologi di era AI. [kim.wwn]



