28 C
Sidoarjo
Tuesday, September 15, 2026
spot_img

Wagub Emil Apresiasi 23 Tahun Perjalanan Baba Rafi, dari UMKM Lokal Menuju Global Brand

Sidoarjo, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi perjalanan Kebab Turki Baba Rafi yang mampu bertahan dan berkembang selama 23 tahun, dari usaha mikro dengan gerobak sederhana di Surabaya hingga menjadi merek yang memiliki jaringan bisnis luas.

Apresiasi tersebut disampaikan Emil saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-23 Baba Rafi Enterprise di Gedung Baba Rafi Plaza, Sidoarjo, Jumat (11/9/2026).

Menurut Emil, keberhasilan Baba Rafi mempertahankan keberlangsungan usaha selama lebih dari dua dekade menunjukkan pentingnya kemampuan dunia usaha untuk beradaptasi sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menilai pertumbuhan dunia usaha, termasuk sektor UMKM, memiliki dampak yang lebih luas bagi perekonomian karena turut menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ketika usaha dan UMKM berkembang, dampaknya bukan hanya kepada pelaku usahanya, tetapi juga kepada masyarakat karena menciptakan lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi,” ujar Emil.

Emil menegaskan, pemerintah memiliki peran untuk membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha tumbuh. Pemerintah tidak harus selalu memberikan bantuan secara langsung, namun setidaknya kebijakan dan regulasi yang dibuat tidak menjadi hambatan bagi dunia usaha untuk berkembang.

Karena itu, ia mengapresiasi konsistensi Baba Rafi yang mampu melewati berbagai fase perjalanan bisnis hingga memasuki usia ke-23 tahun.

Perjalanan Baba Rafi sendiri dimulai pada 2003 dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya. Dalam perkembangannya, perusahaan melakukan ekspansi jaringan melalui model waralaba hingga memiliki sekitar 1.000 outlet.

Berita Terkait :  Dukung Program Ketahanan Pangan, Pemdes Randuboto Sidayu Gresik Bagikan Ayam Petelur

Saat ini, Baba Rafi memasuki fase transformasi bisnis dengan memperkuat pengelolaan outlet secara mandiri. Dari sekitar 1.000 outlet yang beroperasi, sekitar 650 outlet telah dikelola secara mandiri.

Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono, mengatakan perjalanan selama 23 tahun tidak selalu berlangsung dalam kondisi pertumbuhan. Perusahaan juga pernah menghadapi berbagai tantangan, termasuk keputusan ekspansi yang tidak sesuai harapan dan masa ketika mempertahankan keberlangsungan usaha menjadi tantangan tersendiri.

“Dua puluh tiga tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Banyak hal telah kami lalui: keberhasilan, tantangan, perubahan, pembelajaran, bahkan masa-masa sulit yang ikut membentuk Baba Rafi hingga berada di titik ini,” kata Hendy.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Baba Rafi kemudian memperkuat strategi bisnis dengan menempatkan kemampuan beradaptasi, evaluasi, kualitas produk, pelayanan dan tata kelola sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Di tengah proses transformasi tersebut, Baba Rafi mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara year-on-year. Perusahaan kini mempekerjakan sekitar 1.348 tenaga kerja yang tersebar di outlet, depo, produksi dan manajemen di berbagai wilayah Indonesia.

Hendy menegaskan, pertumbuhan bisnis tidak semata-mata ditujukan untuk memperbesar skala perusahaan. Ekspansi juga diarahkan agar semakin banyak kesempatan kerja dan manfaat ekonomi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Pertumbuhan membawa amanah dan tanggung jawab yang semakin besar. Kami tidak ingin hanya menjadi semakin besar. Kami ingin menjadi semakin baik, sehat, kuat, produktif, dan berkualitas,” tuturnya.

Berita Terkait :  Jelang Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Terjual

Memasuki usia ke-23, Baba Rafi mengusung tema From Growth to Greatness — Quality, Service, and Store Performance. Tema tersebut menandai fokus baru perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis diikuti peningkatan kualitas produk, pelayanan, operasional dan kinerja setiap outlet.

Hendy menyebut cita-cita Baba Rafi untuk berkembang dari gerobak menjadi global brand masih menjadi perjalanan panjang. Karena itu, perusahaan akan terus memperkuat kualitas, pelayanan, kinerja outlet, ekspansi serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Perusahaan yang besar bukanlah perusahaan yang merasa paling hebat, melainkan perusahaan yang tidak pernah berhenti berbenah,” pungkas Hendy. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!