27.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 4, 2026
spot_img

Usung Program Inovasi BETA MAP, SDN 1 Mimbaan Optimis Raih IGA Award Bapperida 

Situbondo, Bhirawa

Perkembangan teknologi digital kini semakin pesat dan membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang pendidikan. Sementara itu tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi murid agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, cakap, kreatif, dan mandiri.

Nah, seiring perkembangan jaman, pembelajaran di sekolah dasar dituntut untuk mampu menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran, masih ditemukan murid yang kurang aktif, kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat, dan belum mampu mengorganisasi pemahaman materi secara sistematis.

“Ya, pembelajaran yang berpusat pada guru menyebabkan murid cenderung menjadi penerima informasi pasif dan mudah melupakan materi yang telah dipelajari.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, SD Negeri 1 Mimbaan mengembangkan inovasi pembelajaran bernama BETA MAP (Becoming a Teacher for My Self and Peers),” tutur Isni Nur Fadilah, M.Pd, inovator BETA MAP itu.

Kata Isni, inovasi ini dirancang untuk menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran sekaligus sebagai guru bagi diri sendiri dan teman sebaya melalui kegiatan memahami, menyusun, dan menyajikan materi pembelajaran. Sedangkan  Inovasi BETA MAP terletak pada integrasi pembelajaran kolaboratif, penggunaan peta konsep sebagai alat berpikir visual, dan memanfaatkan teknologi digital dalam bentuk media presentasi. “Inovasi ini mendorong murid untuk belajar secara mendalam, sistematis, dan komunikatif,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Antisipasi Kemarau Panjang 2026, Kementerian PU Siapkan Strategi Mitigasi Terpadu

Isni juga menyinggung perihal perkembangan dunia pendidikan pada era modern yang menuntut proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas murid. Pembelajaran idealnya, urai Isni, memberi ruang bagi murid untuk aktif membangun pengetahuan, mengemukakan gagasan, dan berperan langsung dalam proses belajar.

“Namun, realitanya pembelajaran di sekolah dasar masih menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan praktik. Murid sering kali berada pada posisi sebagai penerima informasi sehingga cenderung pasif dalam pembelajaran. Keberanian untuk menyampaikan pendapat masih terbatas. Sementara kemampuan murid dalam mengorganisasi dan menyajikan pemahaman materi secara runtut dan sistematis belum berkembang secara optimal. Kondisi ini berdampak pada kurangnya keterlibatan murid dalam pembelajaran dan belum tercapainya pembelajaran yang bermakna,” ungkapnya lagi.

Dari situasi tersebut, menjadi tantangan bagi pendidik untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu mengaktifkan peran murid, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membangun pemahaman yang lebih mendalam serta terstruktur.

Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid untuk belajar secara aktif, kolaboratif, dan reflektif sesuai dengan tuntutan pendidikan masa kini.

“Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah inovasi pembelajaran yang mampu menempatkan murid sebagai subjek utama pembelajaran, mendorong keterlibatan aktif, melatih kemampuan berpikir, dan berkomunikasi. Nah, program BETA MAP ini hadir sebagai solusi dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk menjadi guru bagi diri sendiri dan teman sebaya melalui kegiatan memahami materi, menyusun peta konsep, merancang media presentasi, dan menyampaikan hasil pembelajaran secara kolaboratif,”  bebernya.

Berita Terkait :  Sambut HUT Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim Dukung Penyelenggaraan Job Fair 2024

Melalui program ini, tutur Isni, diharapkan murid tidak hanya memahami materi pembelajaran secara lebih mendalam, namun juga memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi yang baik, sikap tanggung jawab, dan kerja sama dalam proses belajar.

“Untuk alur inovasi BETA MAP, diantaranya menentukan materi pembelajaran Murid secara berkelompok dan menentukan satu materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru. Lalu, menyusun Peta Konsep dari materi yang dipilih sebagai gambaran keterkaitan ide pokok dan submateri secara sistematis,” ujarnya.

Lalu, tambahnya merancang Media Presentasi Berdasarkan peta konsep yang telah dibuat, murid merancang media presentasi (Power Point) sesuai dengan materi pembelajaran secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami.

Point penting selanjutnya, ungkap Isni,  media presentasi menggunakan aplikasi canva dan memanfaatkan chromebook. Tahap selanjutnya, adalah Presentasi Kelompok Murid.

“Caranya dengan  mempresentasikan hasil kerja kelompok dihadapan teman sebaya dengan menjelaskan materi tersebut. Kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Ini seluruh rangkaian kegiatan, dilaksanakan secara berkelompok untuk menumbuhkan sikap kerja sama, tanggung jawab, dan saling menghargai,” pungkas Isni.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!