Pemkot Malang, Bhirawa. – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, melirik Kota Malang sebagai salah satu daerah yang berpotensi menjadi role model nasional dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC). Penilaian tersebut didasarkan pada kualitas sumber daya manusia (SDM), keberadaan perguruan tinggi ternama, serta peran vital Kota Malang sebagai pusat rujukan layanan kesehatan di kawasan Malang Raya.
Hal itu disampaikan Wamenkes Dante saat menghadiri gala dinner bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Balai Kota Malang, Rabu (29/7) malam. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam agenda percepatan eliminasi TBC.
Dante menuturkan, Kota Malang bersama Kota Bogor diharapkan mampu menjadi pelopor nasional dalam pengendalian TBC. Menurutnya, kedua daerah tersebut memiliki kapasitas unggul untuk dijadikan percontohan bagi pemerintah daerah lain. “Kota Bogor dan Kota Malang saya harapkan menjadi pelopor dalam perjuangan nasional mengendalikan tuberkulosis,” tegas Dante.
Ia menjelaskan, Kota Malang memiliki keunggulan strategis karena tidak hanya melayani warganya sendiri, tetapi juga menjadi pusat rujukan kesehatan bagi daerah penyangga seperti Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, hingga wilayah sekitarnya. Apabila capaian penanganan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, praktik baik Kota Malang berpeluang dipresentasikan secara nasional pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes juga mengungkapkan ikatan emosional yang kuat dengan Kota Malang. Sebab, Kota Pendidikan ini merupakan kota kelahirannya. “Saya lahir di Jalan Malabar Nomor 9, tidak jauh dari Balai Kota. Jadi saya benar-benar memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Kota Malang,” akunya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan kesiapan Pemkot Malang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah pusat guna mendukung percepatan eliminasi TBC. Menurut Wahyu, sinergi yang solid menjadi kunci utama agar target pengendalian penyakit menular dapat tercapai secara optimal.
“Kami mengapresiasi tinggi atas kepercayaan Kemenkes RI yang menempatkan Kota Malang sebagai salah satu calon pelopor penanggulangan TBC nasional. Pemkot Malang siap memperkuat sinergi,” ujar Wahyu.
Selain program TBC, Wamenkes Dante turut menyoroti pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif kesehatan bagi generasi muda. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 33.500 peserta pelatihan Koperasi Desa Merah Putih berusia 20-35 tahun, hanya sekitar 1.800 orang yang memiliki kondisi sangat baik, sedangkan sisanya masuk kategori sedang hingga kurang, bahkan ada peserta yang meninggal dunia akibat serangan jantung saat latihan fisik.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar intervensi kesehatan preventif semakin masif dilakukan. Melalui kunker ini, Pemkot Malang dan Kemenkes RI menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Malang sebagai daerah percontohan eliminasi TBC di Indonesia.[mut.ca]


