Malang, Bhirawa – Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program bertajuk “Integrasi Teknologi Edukasi Digital dan Sistem Kesiapsiagaan Bencana Berbasis K3 dalam Meningkatkan Kemandirian Santri di Pesantren.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (9/7) di PPAI Darun Najah 2, Karangploso, Kabupaten Malang, dan diikuti oleh 40 siswa Madrasah Aliyah.
Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan santri dalam menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui kolaborasi lintas disiplin, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi santri yang tangguh, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari bidang keahlian yang berbeda, yaitu Elok Dewi Widowati, M.T. dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur, Muhammad Muharrom Al Haromainy, M.Kom. dari Program Studi Informatika Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur, serta dr. Aristanto Prambudi, M.Kes (MARS), M.Kes., CHt yang menyampaikan materi kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Membangun Budaya Keselamatan Sejak di Lingkungan Pesantren
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Elok Dewi Widowati, M.T., menyampaikan bahwa pesantren merupakan lingkungan pendidikan yang memiliki aktivitas padat sehingga perlu memiliki sistem keselamatan yang baik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa budaya keselamatan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari santri. Mereka perlu mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami langkah-langkah mitigasi bencana, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi mereka, baik selama di pesantren maupun ketika kembali ke masyarakat,” ujar Elok.
Pada sesi materi K3, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), identifikasi potensi bahaya di lingkungan pesantren, penilaian risiko, penyusunan jalur evakuasi, pengenalan rambu-rambu keselamatan, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran maupun gempa bumi. Materi disampaikan secara komunikatif dengan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari santri sehingga mudah dipahami dan diterapkan.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Materi berikutnya disampaikan oleh Muhammad Muharrom Al Haromainy, M.Kom. yang menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kebencanaan.
Menurutnya, generasi muda, khususnya santri, merupakan pengguna aktif teknologi digital sehingga perlu diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara positif dalam memperoleh informasi yang benar mengenai mitigasi bencana.
“Saat ini banyak aplikasi dan platform digital yang menyediakan informasi resmi mengenai cuaca ekstrem, gempa bumi, maupun kebencanaan lainnya. Santri perlu memiliki kemampuan memilah informasi yang benar sehingga teknologi menjadi sarana meningkatkan kesiapsiagaan, bukan justru menimbulkan kepanikan akibat informasi yang tidak valid,” jelas Muhammad Muharrom Al Haromainy.
Selain mengenalkan berbagai media edukasi digital, peserta juga diajak memahami pentingnya literasi digital dan kemampuan menyaring informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.
Kesehatan Menjadi Bagian Penting dari Mitigasi Bencana
Pada sesi kesehatan, dr. Aristanto Prambudi, M.Kes (MARS), M.Kes., CHt menekankan bahwa kondisi fisik yang sehat merupakan modal utama dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Beliau menjelaskan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta memahami pertolongan pertama sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan bencana tidak hanya berbicara mengenai proses evakuasi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Lingkungan yang bersih, tubuh yang sehat, dan kemampuan memberikan pertolongan pertama akan sangat menentukan keselamatan ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap dr. Aristanto Prambudi.
Antusiasme Peserta Meningkatkan Kualitas Diskusi
Sebanyak 40 siswa Madrasah Aliyah PPAI Darun Najah 2 Malang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selama pelaksanaan, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan keselamatan di lingkungan pesantren, mulai dari risiko kebakaran, gempa bumi, penggunaan teknologi sebagai media edukasi, hingga pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Berbagai studi kasus yang disampaikan membuat materi lebih mudah dipahami sehingga peserta mampu menghubungkan teori dengan kondisi nyata di lingkungan pesantren.
Kepala PPAI Darun Najah 2 Malang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan santri dalam membangun budaya keselamatan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN ‘Veteran’ Jawa Timur atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada para santri. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter santri agar lebih peduli terhadap keselamatan, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi secara positif. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UPN “Veteran” Jawa Timur berharap para santri mampu menjadi generasi yang lebih mandiri, memiliki budaya keselamatan yang kuat, serta mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) sebagai bentuk kontribusi nyata UPN “Veteran” Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. [gat.wwn]


