Gresik, Bhirawa – Persoalan transportasi laut rute Gresik-Bawean, kembali menjadi perhatian serius. DPRD bersama berbagai pemangku kepentingan, menggelar audiensi di Kantor DPRD Kamis (6/8).
Membahas berbagai kendala pelayaran yang selama ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan di Pulau Bawean.
Audiensi dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam, bersama Ketua Komisi III Sulisno Irbansyah, Wakil Ketua Komisi III Abdullah Hamdi, serta anggota Komisi III. Pertemuan juga dihadiri perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Forum Komunikasi Pemuda Bawean Gresik, Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (IMBAS), operator Bahari Express dan Giliyang, serta sejumlah perwakilan masyarakat Bawean.
Akibat faktor cuaca, keterbatasan armada dan gangguan teknis kapal dinilai memperparah kondisi. Akibatnya, penumpang sering terlantar dan jadwal pelayaran tidak menentu.
Sehingga transportasi laut menuju Bawean, masih menghadapi berbagai persoalan. Terutama akibat cuaca buruk, yang kerap memicu gelombang tinggi di Laut Jawa. Menyebabkan operasional kapal cepat, maupun kapal ro-ro sering dihentikan demi keselamatan pelayaran.
Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (IMBAS) Haikal Abror mengatakan, bahwa standar keselamatan pelayaran dan landasan hukum. Yang digunakan KSOP, dalam menentukan izin keberangkatan kapal. Berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun komitmen bersama, untuk mencari solusi jangka panjang atas persoalan transportasi laut menuju Bawean.
“Terganggunya pelayaran, tidak hanya berdampak pada mobilitas warga. Juga menghambat distribusi bahan pangan, bahan bakar, dan pasokan oksigen medis ke RSUD Umar Mas’ud Bawean. Menyulitkan proses rujukan pasien ke rumah sakit di daratan, bahkan sebagian warga terpaksa menggunakan transportasi udara dengan biaya yang jauh lebih tinggi.”jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Lutfi Dhawam menyatakan, bahwa pemerintah daerah bersama DPRD. Telah memiliki alokasi anggaran, untuk mendukung penyelesaian persoalan transportasi laut Bawean. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk mempercepat penyediaan armada yang lebih memadai.
“DPRD akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk menjajaki kerja sama pengoperasian KMP Derajat rute Paciran-Bawean maupun kapal perintis. Juga akan mengajukan surat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar rute KMP Derajat Paciran-Bawean dapat ditetapkan sebagai layanan reguler.”ujarnya.
Ditambahkan Lutfi Dawam, bahwa hasil rekomendasi. untuk Dinas Perhubungan ( Dishub ). Agar berkoordinasi terkait permohonan kapal, dari Paciran ke Bawean .
Penyediaan kapal yang lebih besar serta untuk KMP Derajat, segera di realisasikan. Untuk operator ASDP terkait dengan pembawaan barang khusus oksigen, ada kelonggaran dalam pengangkutan ke Bawean. Dengan menjadwalkan reguler KMP Derajat, seminggu 3 Kali.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Sulisno Irbansyah menambahkan, pihaknya akan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, DPR RI. serta kementerian terkait guna mKetua Komisi III DPRD Kabupaten Gresik Sulisno Irbansyah menambahkan pihaknya akan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, DPR RI, sSerta kementerian terkait guna mencari solusi permanen, terhadap persoalan transportasi laut yang telah berlangsung selama bertahun-tahun .
Sementara dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP )Capt. Herbert E.P. Marpaung mengatakan, bahwa seluruh keputusan pemberangkatan kapal mengacu pada ketentuan perundang-undangan, surat edaran kementerian, serta hasil pemantauan kondisi cuaca dan gelombang yang dilakukan secara berkala setiap tiga jam.
“Menurut KSOP, Kapal Express Bahari, memiliki sertifikasi teknis dengan batas operasional pada tinggi gelombang maksimal 1,5 meter. Sehingga keselamatan penumpang, tetap menjadi prioritas utama, “terangnya.
KSOP juga menilai kebutuhan armada berukuran lebih besar, menjadi salah satu solusi. Agar pelayanan transportasi menuju Bawean, dapat tetap berlangsung ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.”pungkasnya. [kim.gat]


