Surabaya, Bhirawa – Pemkot Surabaya menghadiri pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya.
Sekolah terletak di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya menampung sebanyak 368 siswa, sebanyak 270, terdiri dari SD, SMP, dan SMA, sisanya itu siswa yang dari rintisan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) masuk ke sini, Sekolah Rakyat ialah bentuk perhatian pemerintah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas, Kamis (6/8).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan sebagai pelajar harus memiliki karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, tolong menolong, hingga saling menghormati satu sama lain, ketika memiliki nilai-nilai tersebut, maka akan bisa menjadi seorang pemimpin besar ke depannya.
“Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi,” jelasnya.
Lanjut Eri mengukapkan pelajar yang masuk ke dalam SRT ialah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau masuk kategori Desil 1 dan 2. “Jadi memang untuk anak-anak yang miskin ekstrem atau miskin di Desil 1 atau 2. Jadi semuanya diterima di sini,” ungkapnya.
Eri menjelaskan bahwa meminta siswa SMA jadi teladan bagi adik-adik kelas SMP dan SD dengan memberikan perlindungan serta menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. “Sekolah Rakyat tidak cuman sebuah sekolah, tetapi rumah kalian, Guru-guru adalah orang tua kalian semua, Jadikan sekolah tempat tumbuh, belajar, berolahraga, berdiskusi, dan membangun rasa kekeluargaan serta para siswa akan memperoleh berbagai fasilitas pendidikan, termasuk kesempatan mempelajari beberapa bahasa asing,” Pungkasnya
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Prapti Wardani, menyapaikan MPLS berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan lembaga.
“Selama satu minggu siswa didampingi TNI bersama Taruna AAL, akan ada narasumber dari berbagai instansi dan lembaga, materi MPLS tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tapi membangun karakter siswa melalui berbagai pembiasaan positif.” Ujar Prapti.
Prapti menambahkan salah satunya materi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup memberikan pengarahan tentang pengolahan sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih, tenaga kependidikan dan tim kebersihan juga ikut membimbing siswa agar terbiasa hidup disiplin dan menjaga kebersihan,” Imbuhnya. [ren.wwn]


