27.8 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Pemkab Sumenep Anggarkan Revitalisasi dan Pemeliharaan Pasar Tradisional


Sumenep, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat sektor perdagangan rakyat melalui program revitalisasi, reaktivasi, dan pemeliharaan pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Moh Ramli, mengatakan pasar tradisional merupakan aset publik milik pemerintah daerah yang harus dikelola dengan baik agar tetap layak digunakan oleh pedagang maupun masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pasar yang representatif. Karena itu, sejumlah pasar menjadi prioritas untuk mendapatkan perbaikan maupun pembangunan sesuai tingkat kebutuhannya.

“Pasar merupakan fasilitas umum milik pemerintah daerah, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan sarana dan prasarana yang representatif. Beberapa pasar memang membutuhkan perbaikan maupun pembangunan agar aktivitas perdagangan berjalan lebih nyaman,” kata Moh. Ramli, Kamis (6/8).

Menurutnya, pada tahun ini, Pemkab Sumenep mengalokasikan dana sebesar Rp370 juta untuk revitalisasi Pasar Lenteng. Sementara revitalisasi Pasar Dasuk memperoleh anggaran Rp322 juta, sedangkan pekerjaan urugan di Pasar Pragaan dianggarkan sekitar Rp369 juta.

“Tahun ini kami anggarkan untuk revitalisasi sejumlah pasar tradisional,” ucapnya.

Ramli menegaskan, seluruh pembiayaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik.

Berita Terkait :  BPOM Surabaya Musnahkan Barang Bukti 97 Ribu Pil Terlarang

Selain revitalisasi pasar tradisional, Pemkab Sumenep juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta untuk program reaktivasi pasar hewan di tiga kecamatan, yakni Rubaru, Dasuk, dan Gapura.

“Tahun ini kami juga anggarkan untuk revitalisasi pasar hewan. Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan ternak yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di sektor peternakan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ramli menerangkan, keberadaan pasar hewan masih memiliki peran strategis dalam mendukung perputaran ekonomi daerah. Oleh karena itu, operasional pasar hewan perlu terus didorong agar mampu memberikan manfaat bagi para peternak maupun pelaku usaha.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah daerah juga menganggarkan pemeliharaan rutin terhadap sejumlah pasar yang telah beroperasi. Kegiatan pemeliharaan meliputi perbaikan atap, plafon, hingga fasilitas lain yang mengalami kerusakan agar kondisi pasar tetap aman dan nyaman digunakan.

“Kami terus menganggarkan pemeliharaan pasar agar pedagang dan pembeli merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas. Perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan di masing-masing pasar,” inbuhnya.

Melalui berbagai program tersebut, katanya, Pemkab Sumenep berharap pasar tradisional tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang bersih, tertata, aman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapan kami pasar tradisional ini tetap menjadi tempat aktifitas ekonomi masyarakat,” tukasnya. [sul.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!