Surabaya, Bhirawa – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Salah satu penerima tahun 2026 adalah Zahira Dewi Kirana Lestari, calon mahasiswa Program Studi S-1 Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) berasal dari Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, berhasil mewujudkan impiannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri meski berasal dari keluarga sederhana dan merupakan penyandang disabilitas daksa, Kamis (23/7).
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, mengatakan bahwa proses seleksi penerima KIP Kuliah dilaksanakan secara menyeluruh, supaya bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa yang membutuhkan sekaligus memiliki motivasi kuat untuk berkembang.
“Kami melakukan seleksi ketat karena kuota penerima KIP Kuliah terbatas, melihat berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi, prestasi, hingga motivasi mahasiswa untuk berkembang. Itu dilakukan untuk memastikan beasiswa tepat sasaran,” jelasnya.
Lanjut artadi menjelaskan mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak hanya memperoleh pembebasan biaya pendidikan, tapi juga mendapat pendampingan akademik, fasilitas penunjang perkuliahan, hingga kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan prestasi, organisasi kemahasiswaan, dan mobilitas mahasiswa di dalam maupun luar negeri.
“Melalui program KIP Kuliah, kampus memastikan keterbatasan ekonomi maupun kondisi fisik tidak menjadi penghalang bagi calon mahasiswa berprestasi untuk memperoleh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa mendapatkan KIP Zahira Dewi Kirana Lestari menceritakan keseharian membantu ibunya menjaga toko kelontong sepulang sekolah maupun saat hari libur, sebagai penyandang disabilitas ia mengaku kondisi fisiknya tidak pernah mengurangi semangat untuk belajar, keinginan melanjutkan kuliah telah ia tanamkan sejak masih duduk di bangku MAN 3 Kediri.
“Dari SMA memang sudah ingin kuliah, saya ingin kuliah di Surabaya karena sejak kecil pernah kontrol di sana, jadi sudah merasa lebih familiar dengan Surabaya,” tuturnya.
Zahira menambahkan bahwa ketertarikannya dengan bahasa Inggris membuatnya memilih Program Studi Sastra Inggris, karena ingin mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri agar bisa mempelajari bahasa dan budaya negara lain.
“Berharap selama kuliah nanti dapat mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri, ingin belajar bahasa dan budaya lain. Kalau ada kesempatan, ingin mencoba exchange ke luar negeri,” pungkasnya.
Zahira dikenal sebagai siswa yang ceria, mudah bergaul, aktif mengikuti kegiatan akademik, termasuk Olimpiade Sains Madrasah (OSM), serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. [ren.wwn]


