Gresik, Bhirawa – Untuk mencegah bahaya narkoba masuk ke lingkungan sekolah, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik lakukan penyuluhan di halaman UPT SMP Negeri 2 Gresik, Senin (21/9/2026). Sebab, membangun benteng pertahanan paling kuat di garda terdepan pencegahan narkoba adalah di lingkungan pendidikan.
Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsih, SH, M.Si. hadir langsung dalam acara penyuluhan Bersih Narkoba (BERSINAR) dihadapan lseluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan itu. Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan investasi nyata untuk menyelamatkan generasi bangsa i
Dihadapan ratusan pelajar, AKBP Suharsih menjelaskan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami soal NARKOBA , Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif. Narkotika: Ganja, Sabu-sabu, Ekstasi, Heroin, Kokain Psikotropika: Obat penenang yang disalahgunakan. Sementara, Zat Adiktif: Lem aibon, rokok, alkohol, vape oplosan
Dikatakan AKBP Suharsih, Narkoba sering disamarkan menjadi bentuk pil, serbuk, daun kering, cairan — bahkan dibungkus menyerupai permen atau isi vape. “Waspadai segala bentuk yang tidak jelas asal-usulnya,” katanya.
Dikatakan, bahaya narkoba bagi pelajar bisa menghancurkan tubuh dan masa depan bangsa. AKBP Suharsih menekankan bahwa narkoba tidak pernah membawa kebaikan, hanya kerusakan yang datang bertubi-tubi.
“Bagi tubuh dan otak, narkoba merusak fungsi otak secara permanen, halusinasi berbahaya, risiko serangan jantung, penularan HIV/AIDS akibat jarum suntik, hingga kematian mendadak karena overdosis.” kata Suharsih menjelaskan.
Tidak hanya itu, terhadap mental muncul sikap malas belajar, mudah marah dan emosi, gangguann jiwa, depresi dan terjerumus ke dunia kriminal. Pemicu awal mengkonsumsi narkoba kata Suharsih, kadang rasa penasaran dan ingin mencoba. Dan kadang yang sulit untuk menghindar tekanan dari teman sendiri ingin dianggap gaul. Juga masalah di rumah atau lingkungan keluarga dan kurangnya pengawasan orang tua dan guru. “Jika kalian melihat teman memiliki ciri berikut, jangan dijauhkan , tapi selamatkan!” pesan AKBP Suharsih:
Menurut AKBP Suharsih, berani menolak narkoba itu sebagai bukti generasi tangguh. Jika ada yang menawari tolak secara tegas. Hindari dan jauhi jika ada teman yang mencurigakan. Alihkan ajak untuk kegiatan yang positif, seperti olahraga, belajar bersama atau mengaji.
“Atau laporkan kepada guru atau wali kelas. Itu bukan menggadu tapi anda telah menyelamatkan teman,” pungkas AKBP Suharsih. [eri.kt]

