Surabaya, Bhirawa – Konsulat-Jenderal Australia di Surabaya bersama Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya menjalin kemitraan dengan University of Canberra di Oakwood Hotel & Residence, surabaya.
Terobosan strategis dalam dunia pendidikan tinggi melalui peluncuran program Joint Degree untuk jenjang Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris (TESOL) Rabu, (24/6).
Rektor Pelaksana Uinsa Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D mengatakan bahwa Kolaborasi internasional bukan sekadar kerja sama antar institusi, tapi investasi jangka panjang dalam membangun generasi akademisi yang berwawasan global dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Program yang lahir murni dari inisiatif mandiri UINSA ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Australia karena dinilai menjadi pionir dalam mempererat hubungan kultural dan akademik kedua negara,” katanya.
Lanjut Prof. Muzakki mengukapkan kerja sama ini menawarkan skema pembiayaan yang sangat meringankan mahasiswa, dimana berbeda dengan program mandiri pada umumnya, mayoritas dana bersumber dari dukungan internasional.
“Jadi pembiyaan 70% ditanggung penuh oleh Pemerintah Australia, mulai biaya kuliah sampai biaya hidup selama satu tahun di Australia, dan 30% oleh Pemerintah Indonesia melalui skema pendanaan pendamping dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” ucapnya.
Prof. Muzakki menyampaikan mekanisme perkuliahan dibagi secara berimbang, 1 tahun pertama di kampus Uinsa dan 1 tahun berikutnya di University of Canberra, angkatan perdana ini, kuota yang disediakan adalah sebanyak 8 mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi ketat.
“Standar kelulusan program ini tidak hanya bersandar pada kecerdasan akademik atau skor bahasa Inggris semata, aspek ketahanan psikologis personal endurance jadi variabel krusial yang menentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, menegaskan pentingnya hubungan pendidikan sebagai salah satu landasan kemitraan Indonesia-Australia,
“Konjen Australia di Surabaya mendukung penuh program Joint Master’s Degree antara Uinsa dan University of Canberra, inisiatif dinilai strategis mempersiapkan professional berdaya saing global, memberikan pengalaman lintas budaya, dan memperluas kesempatan kerja,” pungkasnya.
Glen berharap lebih banyak universitas di Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun seluruh Indonesia yang mengikuti contoh ini, pihak sangat siap mendukung dan menjembatani universitas lokal dengan universitas di Australia.
“Output diharapkan ialah lahirnya guru-guru bahasa Inggris yang tidak hanya menguasai struktur bahasa, tapi memiliki kedalaman pemahaman kultural yang matang,” imbuhnya. [ren.wwn]


