Sekda Tri Hariadi bersama Esty Purwantik dan narasumber saat pembukaan bimtek persiapan asesmen PAKSI, Kamis (13/8).
Pemkab Tulungagung, Bhirawa. – Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) persiapan asesmen penyuluh antikorupsi (PAKSI). Bimtek yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Tulungagung ini dibuka oleh Sekda Tulungagung, Tri Hariadi, Kamis (13/8).
Dalam sambutannya, Tri Hariadi, menyatakan untuk menghadapi proses sertifikasi atau asesmen, calon PAKSI memerlukan pembekalan intensif, pemahaman regulasi, serta penyusunan portofolio kompetensi yang sesuai dengan kriteria asesmen.
“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan bimtek ini tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mempersiapkan menghadapi asesmen. Namun lebih dari itu, saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta benar-benar memiliki bekal untuk menjadi penggerak budaya antikorupsi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda Tri Hariadi menandaskan pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dilakukan melalui penindakan. Tetapi lebih baik apabila mampu dilakukan pencegahan.
“Pencegahan harus dimulai dari membangun kesadaran, memperkuat integritas, memperbaiki tata kelola, serta membangun budaya kerja dan
edukasi secara masif. Di sinilah saya melihat peran PAKSI menjadi sangat penting,” paparnya.
Menurut dia, PAKSI bukan hanya tentang seseorang yang memiliki
Kompetensi untuk menyampaikan materi antikorupsi. Tetapi, lebih dari itu, PAKSI harus mampu menjadi agen perubahan.
“Mampu mengajak lingkungan di sekitarnya untuk memahami bahwa korupsi bukan hanya persoalan mengambil uang negara saja,” tuturnya.
Sementara itu, Ispektur Kabupaten Tulungagung, Esty Purwantik, mengungkapkan bimtek diikuti sebanyak 95 peserta. Mereka di antaranya berasal dari OPD lingkup Pemkab Tulungagung, kecamatan, guru, dosen, pemerintah desa, rumah sakit serta mahasiswa dan organisasi kepemudaan.
“Bahkan ada yang dari instansi luar Kabupaten Tulungagung,” katanya.
Esty Purwantik merasa gembira dengan antusiasme peserta yang terbilang banyak itu. Apalagi kehadiran mereka di bimtek bukan karena kewajiban.
Perempuan berkaca mata ini membeberkan bimtek diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Tulungagung bersama Forum Jawa Timur Penyuluh Antikorupsi (JatimPAK). “Semuanya berawal dari komitmen kami untuk menjadi ujung tombak dalam upaya pemberantasan korupsi dalam bentuk penguatan budaya integritas melalui PAKSI,” paparnya.
Ia berharap dengan kegiatan bimtek, akan banyak PAKSI yang terbentuk sehingga dapat berperan sera sebagai agen perubahan dalam membangun budaya integritas. Selain juga mendorong upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemkab Tulungagung. [wed.hel].


