32.6 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

Proyek Crossing Drainase Dikebut, Jalan Panglima Sudirman Kediri Ditutup hingga 18 Agustus

Kediri, Bhirawa  – Proyek revitalisasi pedestrian Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri, memasuki tahap pengerjaan crossing drainase. Pekerjaan yang dimulai 7 Agustus 2026 tersebut membuat ruas jalan ditutup sementara untuk kendaraan roda empat hingga 18 Agustus mendatang.

Crossing drainase dikerjakan dengan membongkar saluran bawah atau underdrain untuk meningkatkan kapasitas aliran air dari sisi timur dan barat Jalan Panglima Sudirman menuju Sungai Brantas.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, I Made Dwi Permana, mengatakan saluran yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 2 meter dengan kedalaman efektif tersisa kurang lebih 50 sentimeter akan ditingkatkan menjadi berukuran 2 meter x 2 meter.

Menurutnya, peningkatan dimensi saluran diperlukan agar debit air dapat dialirkan lebih optimal, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Peningkatan kapasitas saluran ini menjadi langkah strategis untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan Jalan Sudirman. Dengan dimensi saluran yang lebih besar, kami berharap aliran air menuju Sungai Brantas menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan di kawasan ini dapat diminimalkan,” ujarnya.

I Made menjelaskan, pembongkaran saluran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Metode pengerjaan tersebut dipilih untuk menjaga elevasi sekaligus struktur bangunan yang sudah ada.

“Pembongkaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur eksisting. Apabila dilakukan secara bertahap atau sebagian-sebagian, justru akan menyulitkan proses penyambungan kembali struktur bangunan. Karena itu, metode yang kami gunakan dipilih agar hasil pekerjaan lebih presisi, kuat, dan sesuai dengan standar teknis,” jelasnya.

Berita Terkait :  Hanya 5 dari 63 Wisata Punya NIB, DPRD Gresik Segera Gelar Monev Demi Keamanan Pengunjung

Pengerjaan crossing drainase ditargetkan rampung pada 18 Agustus 2026. Namun, apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, ruas jalan akan segera dikembalikan untuk digunakan masyarakat.

Selama pekerjaan berlangsung, Dinas Perhubungan Kota Kediri menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Panglima Sudirman. Penutupan dilakukan berdasarkan permohonan Dinas PUPR selaku leading sector pembangunan crossing drainase.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, mengatakan rekayasa lalu lintas berlaku sejak 7 Agustus hingga 18 Agustus 2026 atau sekitar 10 hari.

“Ini sesuai dengan permohonan dari Dinas PUPR sebagai leading sectornya pelaksanaan pembangunan crossing Drainase di Panglima Sudirman ini mulai tanggal 7 atau hari ini ya, 7 Agustus sampai nanti tanggal 18 Agustus. Kurang lebih 10 hari. Mungkin kalau memang kan harapannya bisa dipercepat, nanti kalau bisa dipercepat berarti sebelum tanggal tersebut bisa selesai,” katanya.

Arief Cholisudin menjelaskan, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas di titik pengerjaan crossing drainase. Sementara kendaraan roda dua masih dapat melintas secara bergantian melalui sisi timur jalan yang belum dibangun.

Petugas Dishub juga disiagakan di lokasi untuk mengatur sistem buka-tutup bagi kendaraan roda dua agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman selama pekerjaan berlangsung.

Untuk kendaraan roda empat dari arah selatan, pengendara akan diarahkan melalui Jalan Brigjen Katamso menuju arah timur. Kendaraan tidak diperkenankan melewati titik proyek.

Berita Terkait :  Konsumsi Masyarakat Meningkat, Penjualan Eceran Bulan September Tumbuh 5,48 Persen

Namun, kendaraan roda empat yang memiliki kepentingan atau tujuan di kawasan Jalan Panglima Sudirman sebelum lokasi crossing masih diperbolehkan masuk.

“Kalau R4 sendiri nanti sementara ini untuk yang dari arah selatan itu langsung dari Brigjen-Katamso kita arahkan ke timur. Jadi tidak kita perkenankan ke sini, nanti terus dia kalau mau ngambil jalur Sultan Agung nggak bisa. Tapi kalau dia mau mengakses yang istilahnya ada berkegiatan di jalan Pak Limah Sudirman sebelum crossing ini kita perkenankan,” jelasnya.

Selain itu, arus kendaraan di Jalan Sultan Agung untuk sementara diatur dari arah timur menuju barat. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan memecah antrean kendaraan, khususnya di kawasan Simpang Kili Suci.

Dishub Kota Kediri akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung. Apabila kondisi lapangan membutuhkan penyesuaian, pengaturan arus kendaraan akan disempurnakan.

Arief mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan selama masa pengerjaan. Pengguna jalan juga diminta mematuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas agar mobilitas tetap aman dan lancar.

“Kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan selama masa pekerjaan ini. Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan dalam mematuhi pengaturan lalu lintas, kami optimistis mobilitas tetap berjalan aman, tertib, dan lancar hingga proyek selesai. Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal, maka ruas jalan akan segera dibuka kembali untuk umum,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Ubaya Edukasi Masyarakat Pentingnya Penggunaan Antibiotik Secara Rasional

Di sisi lain, I Made meminta masyarakat memahami adanya ketidaknyamanan selama proses pengerjaan. Menurutnya, peningkatan kapasitas drainase merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri memperbaiki sistem pengendalian air di kawasan perkotaan.

“Kami memohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pekerjaan. Peningkatan drainase ini merupakan investasi infrastruktur untuk menciptakan sistem pengendalian air yang lebih baik, sehingga ke depan kawasan Jalan Sudirman dan sekitarnya memiliki daya tampung yang lebih optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. [van.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!