29.4 C
Sidoarjo
Thursday, August 13, 2026
spot_img

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Manfaat Jaminan Sosial, Anak Pekerja Kini Punya Jalan Kuliah di UB

Malang, Bhirawa – Risiko kerja tidak hanya berdampak pada pekerja. Ketika seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan ikut menghadapi tantangan besar, mulai dari persoalan ekonomi hingga keberlanjutan pendidikan anak.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Universitas Brawijaya (UB) memperluas makna perlindungan pekerja. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), manfaat jaminan sosial kini didorong tidak hanya untuk memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga membuka jalan bagi keluarga pekerja untuk membangun masa depan.

Salah satu terobosan dalam kerja sama tersebut adalah kesempatan bagi anak atau ahli waris penerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk mengikuti jalur afirmasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya, sesuai persyaratan dan proses seleksi akademik yang berlaku.

Langkah ini menjadi penting karena risiko yang dialami pekerja tidak seharusnya ikut memutus cita-cita pendidikan anak.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, manfaat jaminan sosial harus mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi keluarga pekerja.

“Bagi kami, manfaat jaminan sosial tidak boleh berhenti ketika diterima oleh ahli waris. Kami ingin manfaat tersebut menjadi jalan bagi keluarga pekerja untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan UB juga diperluas ke sektor pengabdian masyarakat serta pemberdayaan ekonomi.

Berita Terkait :  Dispendik Persiapkan Maksimal Try Out untuk TKA Jenjang SD Dan SMP

Salah satunya melalui program pembinaan dan inkubasi bisnis UB, termasuk Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Berkelanjutan (PEKA) dengan konsep 3P: pelatihan, produktif, dan profit.

Melalui program tersebut, penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pelatihan. Mereka juga diarahkan memperoleh pendampingan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, hingga menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Brawijaya Widodo menilai sinergi tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan proteksi, tetapi juga memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Kalau kita bersinergi dengan program-program pembinaan yang ada di UB, tentu akan bagus sekali, terangnya.

Semangat kolaborasi itu juga dibawa langsung ke lingkungan kampus. Dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya di Malang, Senin (10/8), Saiful hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa baru.

Ia mengingatkan calon generasi pekerja agar tidak hanya mengejar besaran gaji ketika memasuki dunia kerja. Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni legalitas dan kredibilitas perusahaan, kejelasan perjanjian kerja, serta status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ketika nanti masuk ke dunia kerja, jangan hanya bertanya berapa gajinya. Tanyakan juga apa fasilitas atau benefit yang diterima dan apakah ada perlindungan BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Menurut Saiful, bekerja bukan sekadar mendapatkan penghasilan, tetapi juga memastikan diri memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko.

Berita Terkait :  72 mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Islam Bandung (UNISBA) Kunjungi Kantor TPS

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kuliah. Mahasiswa nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), termasuk petani, pedagang, pelaku usaha, pekerja informal, dan kelompok masyarakat lainnya.

Interaksi tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas literasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Mahasiswa memiliki posisi yang strategis karena mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap pengetahuan mengenai jaminan sosial yang mereka peroleh dapat dibawa lebih jauh, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sebelum risiko terjadi,” kata Saiful.

Semangat pemberdayaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan keluarga, termasuk di wilayah operasional Kantor Cabang Juanda.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda Teldi Rusnal mengatakan, Program PEKA menjadi salah satu bentuk nyata implementasi semangat Value Beyond Protection.

Menurutnya, perlindungan pekerja harus diikuti dengan peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

“Kami mendukung pengembangan Program PEKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat jaminan sosial yang lebih luas. Di wilayah operasional Kantor Cabang Juanda, kami terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan dapat direalisasikan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Teldi berharap penerima manfaat tidak hanya terlindungi ketika menghadapi risiko, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.

Berita Terkait :  Unesa Gelar Program Mengaji Al-Qur'an Bahasa Isyarat Ramadan

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk memastikan program pemberdayaan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya membawa pesan bahwa jaminan sosial tidak berhenti pada pembayaran manfaat ketika risiko terjadi.

Ada pendidikan yang harus diteruskan, ada keluarga yang harus bangkit, dan ada masa depan yang tetap harus diperjuangkan. (geh.kt)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!