Gresik, Bhirawa — Aktivitas seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sekitar kawasan Pasar Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, meresahkan warga dan para pembeli. Pria yang diperkirakan berusia 37 tahun tersebut diketahui kerap berteriak tidak jelas, mengganggu pembeli, hingga memperlihatkan alat kelaminnya di area pasar.
Laporan mengenai keberadaan pria tanpa identitas tersebut diterima oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sosial (Dinsos) Gresik melalui 112 Command Center, sekitar pukul 18.16 WIB.
Pekerja Sosial Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Gresik, Alfi Arianto, menjelaskan bahwa laporan menyebut pria tersebut berkeliaran tanpa tempat tinggal dan dinilai mengganggu ketertiban umum di sekitar pasar. Tim URC Dinsos Gresik kemudian berkoordinasi dengan URC Satpol PP untuk melakukan penelusuran dan pengecekan lokasi, hingga akhirnya berhasil diamankan guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Iya, sering mengganggu pembeli, hingga mencuri roti bakar, berteriak tidak jelas, dan mengeluarkan kemaluannya ke pembeli,” ujar Alfi.
Dinsos selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik untuk mengetahui identitas pria tersebut melalui proses pemeriksaan biometrik. Namun, hasil pemeriksaan belum menemukan kecocokan data kependudukan. Nama dan alamat pria tersebut tidak teridentifikasi, bahkan data biometrik juga tidak menemukan wajah yang serupa dalam basis data kependudukan.
“Setelah dilakukan biometrik, ternyata tidak teridentifikasi nama dan alamat. Bahkan data tidak ditemukan wajah yang serupa,” jelas Alfi.
Proses penanganan dan evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan informasi warga setempat, pria tersebut telah terlihat berkeliaran di jalan raya Duduksampeyan selama kurang lebih tiga bulan. Karena identitas belum diketahui dan membutuhkan penanganan medis, Dinsos Gresik kemudian memberikan layanan rujukan ke RS Dr. Moelyono Surabaya untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.
“Kami apresiasi masyarakat yang aktif melaporkan keberadaan pria tersebut, sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan,” ungkapnya.
Setelah menjalani perawatan dan pengobatan, pria tersebut rencananya akan dijemput untuk ditempatkan di shelter Dinsos Gresik. Di sana, petugas akan melakukan asesmen lanjutan untuk menggali identitas serta asal-usulnya.
Ditambahkan Alfi, ketika nama dan asal-usul sudah diketahui, Dinsos akan berkoordinasi dengan keluarga pasien hingga nantinya pasien dapat dipulangkan. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan ODGJ terlantar mendapatkan layanan yang layak, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang publik. [kim.kt]


