28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 14, 2026
spot_img

Tiga Cara Pemprov Jatim Tambah Kemampuan Fiskal Daerah

Surabaya, Bhirawa

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) harus kreatif untuk meningkatkan kemampuan fiskal. Ada tiga langkah yang dilakukan. Pertama adalah colecting more. Artinya, Collecting More adalah strategi kebijakan ekonomi atau fiskal untuk meningkatkan penerimaan negara secara adil dan efisien.

Dalam hal ini pemerintah daerah harus mampu meningkatkan pendapatan sebanyak-banyaknya tanpa membebani masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Mohammad Yasin, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Timur (BPKAD) Provinsi Jatim, Senin (13/4/2026).

Menurut Yasin, cara yang dilakukan pada konsep tersebut adalah melalui Intensifikasi pendapatan dan pajak daerah.

“Jadi, tunggakan-tunggakan yang ada harus ditata kembali dan yang masih banyak kebocoran ditata dengan sistem digitalisasi dan kemudian aset-aset idle itu harus dikembangkan, itu artinya Collecting More,” cetusnya.

Lahkah kedua adalah Spend Better atau konsep belanja berkualitas. Langkah ini berfokus pada optimalisasi pendapatan pajak dan Penerimaan Daerah Bukan Pajak (PDBP) guna memperkuat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tanpa mengganggu iklim investasi.

“Artinya belanja yang bagus dengan konsep efektif efisien yang berbasis pada pendekatan outcome. Sehingga belanja yang dikeluarkan tidak sia-sia,” urai Yasin.

Langkah yang ketiga adalah Creative finance atau pembiayaan kreatif adalah metode pendanaan inovatif di luar jalur konvensional seperti bank dan APBN yang memanfaatkan partisipasi swasta, BUMN, atau investor untuk proyek pembangunan.

Artinya, sambung Yasin, Pemerintah daerah tidak hanya menggunakan kemampuan fiskalnya dari APBD, melainkan juga dari sumber-sumber lain.

Berita Terkait :  Minta Pajak Mobil Listrik Harus Proporsional

“Seperti, dari perusahaan-perusahaan, dari Perguruan Tinggi dan dari masyarakat, nah itu yang bersama-sama digerakkan untuk mampu sebagai sumber lain yang digunakan untuk membiayai pembangunan yang ada di Jawa Timur,” papar dia.

Menurut Yasin, salah satu usaha yang digunakan untuk memanfaatkan aset-aset idle di Jawa Timur ini adalah platform Siap Sewa. Dalam hal ini dengan sistem digital yang dikembangkan oleh Pemprov Jatim lewat BPKAD tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat atau investor menyewa aset daerah.

“Pada aplikasi Siap Sewa itu, masyarakat dan investor dapat melihat posisi asetnya dimana, kondisinya seperti apa, potensi pada aset tersebut bagaimana,” jelasnya.

Intinya, aplikasi siap sewa tersebut merupakan langkah kreatif dan terobosan dari BPKAD Jatim untuk menggenjot kemampuan fiskal pemerintah daerah. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!