31.2 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Sosok Berseragam SD yang Menyemangati Kerja Malam di TMMD 128 Gresik

Gresik, Bhirawa

Di tengah hening malam di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, saat para prajurit TNI dan warga bersatu padu menyelesaikan pengecoran Jalan Usaha Tani hingga larut pagi, terlihat satu pemandangan yang membuat hati tersentuh, seorang sosok mengenakan seragam Sekolah Dasar duduk di atas bak mobil pikap, turut membantu melangsir adukan semen, pasir, dan kerikil dari truk molen menuju lokasi pengerjaan.

Pemandangan ini terjadi pada Selasa malam (05/05) hingga dini hari Rabu (6/5/2026), saat pekerjaan fisik berlangsung tanpa henti hingga pukul 03.30 WIB.

Bagi warga setempat, kehadiran sosok berseragam SD ini bukan sekadar pemandangan aneh. Ia adalah wujud nyata dari warisan leluhur yang masih dijaga dan dihayati hingga kini. Turun-temurun, masyarakat percaya bahwa saat mengerjakan pekerjaan berat seperti membangun jalan atau irigasi di malam hari, kehadiran seseorang yang mengenakan pakaian anak-anak membawa makna mendalam.

Kepolosan yang dilambangkan seragam itu dipercaya mampu membuat alam “iba”, sehingga langit tetap cerah dan hujan tidak turun mengganggu pekerjaan. Bagi yang lain, hal ini adalah guyonan hangat tradisi, cara sederhana namun penuh kasih untuk membangkitkan semangat rekan kerja agar tidak lelah atau mengantuk di tengah dinginnya malam.

“Ah, itu hanya ‘pawang hujan’ sekaligus penyemangat kerja. Semua dilakukan sesuai permintaan dan kepercayaan orang yang mengerjakan pekerjaan ini,” ungkap Bandy, warga Desa Slempit, dengan senyum tulus.

Berita Terkait :  UPT BLK Bojonegoro Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja dan Sertifikasi BNSP Tahap 2 Gratis

Memang secara ilmiah belum ada bukti bahwa tradisi ini mampu mengendalikan cuaca. Namun, yang jauh lebih berharga dari sekadar mitos adalah bagaimana tradisi ini merajut kebersamaan di tengah kerja gotong royong yang berat, kepercayaan leluhur menjadi perekat yang membuat suasana hangat, penuh canda, dan saling menguatkan. Di balik ritual itu, terpancar ketulusan hati masyarakat desa yang ingin memastikan pekerjaan berjalan lancar demi kesejahteraan bersama.

Sementara itu, para prajurit Satgas TMMD tetap setia menemani warga, bekerja tanpa kenal lelah hingga seluruh bahan bangunan habis terpakai. Mereka tidak hanya membangun jalan yang kokoh, tetapi juga menyatukan hati, merasakan dan menghargai nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat.

Kisah sederhana namun menyentuh ini membuktikan bahwa program TMMD ke-128 Gresik bukan hanya meninggalkan bangunan fisik yang bermanfaat. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan yang mempertemukan jiwa prajurit dengan kehidupan, kepercayaan, dan budaya masyarakat desa yang tetap terpelihara indah hingga kini — sebuah bukti bahwa di tengah perubahan zaman, ikatan batin dan rasa saling menghargai tetap menjadi kekuatan terbesar yang menyatukan kita semua. [iin.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!