33.5 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Revolusi Roda Listrik Siswa SMK Jatim: Khofifah Kagum, 130 Sekolah Siap Saingi Industri Otomotif Nasional

Surabaya, Bhirawa

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya diramaikan konvoi dan pameran kendaraan listrik buatan siswa SMK, memukau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran Forkopimda Jatim dan tamu undangan.

Puluhan unit mulai dari mobil, buggy, hingga sepeda motor listrik—hasil karya siswa dan guru SMK—meluncur dalam konvoi yang jadi sorotan utama acara.

Gubernur Khofifah langsung memuji inovasi ini sebagai bukti kesiapan insan vokasi Jatim menghadapi era elektrifikasi otomotif. Ia antusias meninjau langsung kendaraan-kendaraan tersebut, menyoroti kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi siswa SMK yang menghasilkan produk kompetitif.

“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas yang siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif,” ujar Khofifah, Jumat (8/5/2026).

Pameran ini menegaskan peran strategis kendaraan listrik dalam transisi energi ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan fosil menuju Net Zero Emission 2060.

“Menurut saya ini menjadi pendorong semangat bagaimana menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK, saya rasa ini keren sekali,” katanya.

Khofifah menekankan, momen Hardiknas dipilih untuk memamerkan karya ini agar publik menyaksikan kapabilitas siswa SMK Jatim.

Berita Terkait :  Bupati Instruksikan Transparansi Pengelolaan Bantuan Operasional Kesehatan

“Karya-karya kendaraan listrik ini sengaja dipamerkan agar publik mengetahui bahwa anak-anak SMK kita memiliki kemampuan luar biasa. Harapannya mereka semakin termotivasi untuk berkarya dan semakin banyak industri yang bersinergi,” tegasnya.

Kontribusi ini juga mendukung transisi energi hijau dan penekanan emisi gas rumah kaca. Menariknya, beberapa karya SMK sudah dilirik industri untuk pengembangan massal, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) rata-rata 50 persen dan hanya sebagian kecil komponen impor. Keberhasilan ini membuktikan pendidikan vokasi Jatim selaras dengan dinamika industri otomotif.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menambahkan, Hardiknas jadi ajang showcase hasil pembelajaran relevan dengan industri.

“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.

Dari 481 SMK jurusan otomotif di Jatim (101 negeri, 380 swasta), 130 sekolah telah kembangkan kendaraan listrik—baik baru maupun konversi BBM. Beberapa bahkan dapat pesanan konversi dari perusahaan.

“Kenapa kita tampilkan di sini? Karena kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa anak-anak kita belajar dengan sungguh-sungguh dan mampu menghasilkan produk luar biasa,” ujarnya.

“Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi pendidikan vokasi kita. Anak-anak SMK bukan hanya belajar teori, tetapi sudah mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan dunia industri,” tegasnya.

Berita Terkait :  Dimulai Sejak 2020, Cakupan Pro JKK-JKM Kini Capai 16.344 Peserta

Sekolah pameran unggulan termasuk SMK Wijaya Putra Surabaya (5 unit motor listrik konversi), SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo (1 motor dan 1 buggy listrik), SMK Antartika 1 Sidoarjo (1 mobil listrik), SMK Krian 2 Sidoarjo (1 motor listrik), serta SMK Senopati Sedati Sidoarjo (1 motor listrik). Surabaya punya 37 SMK otomotif, Sidoarjo 31. [aya.kt]

Berita Terkait

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!