27.2 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Seksama Mitigasi Gempa

Belum terdapat alat (teknologi) dan ilmu yang bisa men-deteksi waktu datangnya gempa bumi tektonik. Bahkan dalam kitab suci, dahulu, gempa bumi yang dahsyat menjadi salahsatu cara Tuhan “mengganti” golongan manusia yang durhaka. Sehingga gempa tektonik yang besar masih selalu menyebabkajn kehancuran, dan korban jiwa sangat besar. Tetapi dampak ke-fatal-an gempa bumi bisa di-minimalisir berdasar karakter lempeng gempa. Diantisipasi dengan early warning system (semacam alarm), dan pembangunan infrastruktur tahan gempa.

Baru saja terjadi gempa berkala besar mengguncang Jepang, dan Venezuela, dalam waktu hampir bersamaan, Kamis (pagi) lalu. Di Jepang gempa terdeteksi 6,9 SR (Skala Richter). Sedangkan di Venezuela tercatat 7,2 SR, disusul gempa kedua lebih dahsyat (7,5 SR). Di Jepang hanya menyebabkan 4 orang luka. Sedangkan di Venezuela memicu kesedihan mendalam. Karena korban jiwa mencapai 600-an orang, dan tiga ribu lainnya luka. Sebagian masih tertimbun bangunan rumah yang runtuh.

Venezuela berada pada punggung gempa Karibia. Sedangkan Jepang berada di lempeng gempa Pasifik, sama dengan Indonesia. Juga sama-sama pada lempeng Eurasia. Bahkan Jepang menjadi negara dengan potensi tertinggi (sering) di dunia. Sehingga bangsa Jepang memiliki respons paling baik menghadapi gempa. Terutama berlindung di bawah meja saat terjadi gempa. Telah menjadi semacam “refleks” sejak anak-anak berusia 3 tahun.

Namun Jepang memiliki pengalaman “tragedi” gempa, berkekuatan 7,9 SR, pada 1 September 1923. Korban jiwa tercatat 142 ribu orang. Sebagian besar disebabkan akibat kebakaran hebat di rumah masing-masing, di kota Tokyo dan Yokohama. Juga gempa Tohoku (Maret 2011), menewaskan hamper 20 ribu orang, di tempat gempa sekarang. Sedangkan Venezuela, pernah mencatat gempa dahsyat (7,7 SR) pada Maret 1812. Korban jiwa sekitar 25 ribu jiwa. Terutama di ibukota, Caracas.

Berita Terkait :  DPD RI Tuntut Pemerintah Perketat Pengawasan MBG dan Tak Pangkas Anggaran Daerah

Saat ini Caracas juga luluh lantak. Pemerintah Venezuela telah menyatakan darurat nasional. Artinya, butuh bantuan masyarakat dunia. Negara tetangga terdekat, Brasil, sudah mengerahkan personel SAR beserta peralatan. Begitu pula Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal perang, pesawat ke Venezuela, membawa peralatan pencarian, dan pertolongan. Dari negeri jauh, Indonesia juga mengirim bantuan keperluan pengungsian, dan tim INASAR (Indonesia Search and Resque).

Tetapi ahli geologi (ke-gempa-an) sedunia, mencatat gempa terbesar, adalah di Indonesia. Terjadi di lepas pantai barat Aceh, hari Ahad, 26 Desember 2004. Merupakan tragedi gempa terbesar (paling mematikan) abad XXI. Tergolong megathrust, dengan magnitudo guncangan sebesar 9,1-9,3 SR. Korban jiwa tercatat hampir sebanyak 228 ribu orang. Korban jiwa tersebar di 14 negara. Terutama di Thailand, Sri Langka, Maladewa, dan India.

Yang paling mengerikan, gempa megathrust Aceh, juga menyebabkan tsunami setinggi 30 meter, menerjang seluruh pantai Aceh. Sampai jauh ke pedalaman, menenggelamkan perkampungan. Seantero Indonesia berpotensi menghadapi megathrust. Pada gempa Aceh, seluruh planet bumi bergetar 1 sentimeter, terasa sampai Alaska. Sehingga Indonesia wajib seksama me-mitigasi megathrust.

Sesunggunya Indonesia tergolong menumpang di “punggung” lempeng gempa bumi. Empat lempeng gempa bumi di dunia melewati Indonesia. Bahkan nenek moyang, telah memiliki legenda tentang lindu dan tsunami. Di Jawa bagian selatan, telah kondang legenda Nyai Roro Kidul. Realitanya, kawasan Yogya selatan, memiliki sejarah lindu, dan tsunami berkali-kali, sejak ratusan tahun silam.

Berita Terkait :  Fatma Saifullah Yusuf Tinjau Laboratorium Modern di IIK Bhakta Kediri

Legenda yang sama melekat kuat di kawasan Sukabumi, sampai Ujung kulon. pada abad ke-18, seluruh kawasan pantai yang rawan tsunami (dan gempa), tidak berpenghuni. Ironisnya, kini Legenda hanya dianggap mitos, dan tahayul.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!