27.2 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Terbesar di Jatim, Produksi Ikan Patin di Tulungagung Per Tri Wulan Capai 6.180 Ton


Tulungagung, Bhirawa – Produksi ikan patin di Tulungagung terus meningkat. Saat ini di tri wulan pertama tahun 2026 sudah mencapai 6.180 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Robinson P Nadeak, Minggu (28/6), mengungkapkan dalam semester pertama tahun 2026 rata-rata per bulannya sebanyak 2.060 ton. “Bahkan per bulannya juga cenderung meningkat dan di bulan April 2026 tercatat 2.100 ton,” ujarnya.

Menurut dia, dengan produksi sebanyak 6.180 ton, nilai produksinya mencapai Rp 160,38 miliar. Dan untuk bulan April 2026 saja senilai Rp 59,85 miliar.

“Harga ikan menyesuaikan harga pasar. Kadang tinggi, kadang pula turun,” tuturnya.

Robinson mengakui jika produksi ikan patin di Tulungagung melebihi produksi ikan budidaya air tawar lainnya. Seperti ikan lele, ikan gurami, ikan nila dan ikan gabus.

“Produksi ikan patin masih yang teratas. Kemudian disusul ikan gurami dan ikan lele yang angkanya juga di ribuan ton per bulan. Sedang untuk produksi ikan nila dan gabus di kisaran 10 ton dan 7 ton per bulannya,” paparnya.

Robinson membeberkan pada tahun 2025 terdata luasan kolam budidaya ikan tawar di Tulungagung sejumlah 390 hektar, dengan jumlah pembudidaya sebanyak 13.214 orang.

“Untuk pembudidaya ikan patin sebanyak 350 orang. Dan yang terbanyak merupakan pembudidaya ikan gurami yang mencapai 9.564 orang,” paparnya lagi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung ini mengungkapkan pula jika sebagian produksi patin di Tulungagung sudah diolah menjadi filet (potongan daging tanpa tulang/duri). Termasuk yang dilakukan di tempat produksi filet di Dinas Perikanan Kabupaten tulungagung yang berlokasi di belakang kantor.

Berita Terkait :  Merasa Dirugikan Koperasi Unggul Makmur, Ahli Waris Datangi LaNyalla Mahmud Mattalitti

“Pengelolaan produksi filet ikan patin tersebut dikelola oleh pihak ketiga. Mereka membayar sewa sebagai PAD Kabupaten Tulungagung,” ucapnya.

Robinson mengatakan produksi ikan patin filet di Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung itu cukup besar. Dalam bulan Mei 2026, setiap hari memproduksi antara 4,1 ton sampai 4,9 ton.

“Kalau nilai produksinya sampai mencapai Rp 58,455 miliar. Itu terdiri dari produksi utama dan sampingan,” terangnya.

Seperti diketahui, produksi filet ikan patin mempunyai produksi sampingannya, yakni dengan memanfaatkan sisa pemotongan, seperti, kepala, tulang, kulit dan jeroan agar lebih bernilai ekonomis. [wed]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!